Berita

Pengajar hukum tata negara Universitas Udayana, Jimmy Z. Usfunan/Net

Politik

Dosen Udayana Urai Alasan RUU PIP Mendesak Dibentuk

SENIN, 06 JULI 2020 | 12:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dukungan publik untuk segera membentuk RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) semakin menguat. Mulai dari kalangan tokoh purnawirawan, organisasi keagamaan, maupun akademisi sepakat keberadaan UU tersebut penting disegerakan.

Pengajar hukum tata negara Universitas Udayana, Jimmy Z. Usfunan sepakat RUU itu segera dibentuk. Menurutnya, ada sejumlah masalah bangsa yang hingga kini belum teratasi dan akan mendapat solusi dari UU tersebut.

Urgensi itu, antara lain dihapuskannya TAP MPR No. II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pancasila (Ekaprasetia Pancakarsa), dibubarkannya BP7, dan dihapusnya mata pelajaran Pancasila dari mata pelajaran pokok di Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, maupun Perguruan Tinggi dalam UU 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


“Semua itu berakibat pada memudarnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara khususnya generasi muda,” terangnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/7).

Kedua, sambung Jimmy, ada persoalan dalam negeri maupun luar negeri yang diuraikan dalam Lampiran TAP MPR No. VI/MPR/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa, yang belum mampu diselesaikan hingga saat ini.

Tantangan dalam negeri, di antaranya tidak berkembangnya pemahaman dan penghargaan atas kebinnekaan dan kemajemukan dalam kehidupan berbangsa, serta kurangnya keteladanan dalam sikap dan perilaku sebagian pemimpin dan tokoh bangsa.

“Sedangkan tantangan dari luar negeri, yaitu makin kuatnya intensitas intervensi kekuatan global dalam perumusan kebijakan nasional,” sambung Jimmy.

Sementara alasan selanjutnya adalah sikap menghargai nilai budaya dan bahasa, nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan rasa cinta tanah air yang dirasa mash memudar. Hal ini dikarenakan, belum optimalnya upaya pembentukan karakter bangsa, kurangnya keteladanan para pemimpin, dan cepatnya penyerapan budaya global yang negatif.

“Termasuk kurang mampunya menyerap budaya global yang lebih sesuai dengan karakter bangsa, serta ketidakmerataan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Jimmy juga mencatat ada gejala kemunculan ormas yang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan. Tak jarang orma itu menganut, mengembangkan, serta menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila.

Terpenting, sambungnya, upaya pembinaan ideologi Pancasila yang belum optimal dilakukan. Ini karena pengaturan BPIP dalam level Perpres 7/2018 menyulitkan koordinasi kelembagaan dan sinkronisasi kebijakan dengan lembaga-lembaga lain terkait pembinaan ideologi Pancasila.

“Untuk itu, sudah seharusnya pemerintah dan DPR segera membentuk RUU PIP demi mewujudkan karakter masyarakat Indonesia yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya