Berita

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo/Net

Politik

Daripada Sibuk Bikin Kalung Anticorona, Lebih Baik Mentan Fokus Ketersediaan Dan Ketahanan Pangan

SENIN, 06 JULI 2020 | 11:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, diharapkan lebih fokus soal ketersediaan dan ketahanan pangan dibanding ingin memproduksi kalung antivirus corona.

Menurut Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia's Democratic Policy, Satyo Purwanto, Syahrul Yasin Limpo merupakan salah satu Menteri Joko Widodo yang berbicara asal-asalan.

"Menteri Pertanian ini menteri kesekian dari menteri-menteri Jokowi yang asal ngomong, nggak pakai mikir panjang soal Covid-19. Contoh lainnya Menkes, Mendagri, Menkopolhukam, Menko Marves, dan lain-lain," ucap Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/7).


Lebih baik, kata mantan Sekjen ProDEM ini, mentan lebih fokus pada ketersediaan dan ketahanan pangan karena pandemik Covid-19 belum berakhir.

"Urus sajalah soal ketersedian dan ketahanan pangan selama pandemik ini belum berakhir dan bagaimana caranya masyarakat bisa mendapatkan pangan dan alternatif pangan yang murah dan mudah didapat," jelas Satyo.

Selain itu, lanjut Satyo, pernyataan Mentan tersebut akan berpotensi mispersepsi di tengah masyarakat atas klaim yang belum teruji tersebut.

"Pernyataan Menteri Pertanian selain membuat distorsi dalam upaya menanggulangi pandemik Covid-19 juga berpotensi membuat mispersepsi di tengah masyarakat, sebab klaim tersebut menyesatkan. Karena kalung ajaib tersebut belum lolos uji klinis sebagai antivirus Covid-19," terang Satyo.

Dampaknya, sambung Satyo, jika masyarakat menanggapi serius maka akan terjadinya panic buying menimbun bahan-bahan kalung antivirus corona tersebut.

"Jika situasi itu terjadi, Menteri Pertanian bisa apa?" tegas Satyo.

Dengan demikian, Satyo menilai bahwa di kabinet Jokowi memang dipenuhi oleh orang-orang yang mengurusi yang bukan pekerjaannya.

"Negara bisa bangkrut diurus orang yang enggak paham apa dan bagaimana yang mesti dikerjakannya, terlebih dalam situasi tidak normal dan darurat akibat Covid-19," pungkas Satyo.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya