Berita

Pengamat politik, Ujang Komarudin, menilai peluang gabungnya PAN dan Demokrat ke kabinet Jokowi bakal dipengaruhi pandangan partai koalisi/Net

Politik

Peluang Dua Partai 'Biru' Masuk Kabinet Masih Fifty-fifty

SENIN, 06 JULI 2020 | 09:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peluang Partai Demokrat dan PAN untuk bergabung dalam koalisi di Kabinet Indonesia Maju, usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) 'marah-marah' tampaknya masih fifty-fifty.

Kedua partai 'biru' tersebut memang sama-sama berpeluang untuk diajak gabung masuk ke dalam kabinet jika Presiden Jokowi melakukan reshuffle. Namun, partai koalisi Jokowi-Maruf juga akan memberikan penilaian yang jadi masukan bagi Jokowi dalam perombakan kabinet nanti.  

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (6/7).


"Masih fifty-fify. Tergantung dari tingkat penerimaan partai-partai koalisi Jokowi terhadap PAN dan Demokrat," kata Ujang Komarudin.

Menurut pengamat politik jebolan Universitas Indonesia (UI) ini, jika PAN dan Demokrat diajak gabung kabinet maka hal ini bisa mengubah peta politik ke depan. Terlebih, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan menghadapi gelaran Pilpres 2024.

"Karena jika PAN masuk kabinet, lalu Demokrat juga mendorong AHY jadi menteri. Ini akan mengubah peta politik ke depan. Karena AHY bisa saja akan tancap gas tuk nyapres di 2024," demikian Ujang Komarudin.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya