Berita

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat memamerkan Kalung Anti Corona/Net

Politik

Kalung Anti Corona Terkesan Kejar Tayang, Mentan SYL Layak Direshuffle

SENIN, 06 JULI 2020 | 07:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Para menteri yang gagap dan hanya membuat program berbasis kejar tayang demi menyerap anggaran layak untuk dipertimbangkan Presiden Joko Widodo untuk dirombak.

Salah satunya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang baru-baru ini mengurai rencana akan memproduksi massal kalung anti corona.

Begitu kata pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Senin (6/7).


"Iya harus direshuffle. Karena kan bisa jadi demi untuk kejar target, hal-hal yang tidak penting pun diada-adain demi untuk terserapnya anggaran," ujarnya.

Menurut Saiful, jika tidak berdasarkan kompetensi dan fungsi yang jelas, maka produksi kalung anti virus corona akan menjadi bagian dari proyek fatal dan dipaksakan.

"Untuk itu, maka Jokowi harus melihat dengan jernih dan mempertimbangkan Mentan (Syahrul Yasin Limpo) untuk dilakukan reshuffle. Sebab diduga kuat telah melakukan pemborosan anggaran melalui program kalung anti corona," pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya