Berita

ANAK NKRI gelar apel ganyang komunis/RMOL

Politik

Tidak Ingin Nasib Ulama Seperti Novel Baswedan, Para Jawara Siap Berjihad

MINGGU, 05 JULI 2020 | 20:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kejadian yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan dalam kasus penyiraman air keras menjadi catatan tersendiri bagi para ulama yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK MKRI).

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif saat ditemui seusai melakukan 'Apel Siaga Ganyang Komunis' mengatakan, ulama yang membela Pancasila perlu dikawal agar tak dikriminalisasi penguasa.

"Kita tidak menginginkan ulama kita mengalami nasib yang sama seperti Novel Baswedan dan kepada para pendiri bangsa yang dulu menjadi korban G 30S PKI," kata Slamet Maarif di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).


Slamet menyatakan, para laskar dan jawara siap berjihad apabila ada pihak yang mencoba menggangu ulama dan para tokoh yang berjuang untuk Pancasila.

"Kalau ada siapapun yang ingin mencoba mengganggu ulama dan tokoh kita, mereka siap jihad untuk menghadapi," tegasnya.

Dalam aksinya kali ini, ANAK NKRI sepakat menuntut agar Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dihapuskan. Beberapa tokoh lainnya yang turut hadir, di antaranya Ketua Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis, Sekjen FPI Munarman dan Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya