Berita

Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif/RMOL

Politik

Di Apel Siaga Ganyang Komunis, PA 212 Ancam Buat Aksi Lebih Besar

MINGGU, 05 JULI 2020 | 17:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Massa 'Apel Siaga Ganyang Komunis' sepakat menuntut agar Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) dihapuskan.

Massa dari berbagai ormas yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI ini menggelar aksi di Lapangan Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).

"Dari awal tuntutannya sangat jelas kita minta dicabut, dibatalkan dari prolegnas (Program Legislasi Nasional). Oleh karenanya kami akan terus berjuang sampai RUU dicabut dan dibatalkan dari Prolegnas," ujar Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif yang ditemui di lokasi.


Slamet pun menegaskan pihaknya sama sekali tidak menginginkan perubahan judulnya RUU HIP menjadi RUU BPIP seperti yang disuarakan sejumlah pihak. Sebab menurutnya, RUU tersebut terbukti memecah belah anak bangsa dan membuat gaduh.

"Tuntutan kami RUU harus dicabut, dibatalkan bukan diganti judul, bukan ditunda dan inisiatornya harus segera diproses secara hukum," tegasnya.

"Kalau ini belum dipenuhi, kami akan terus berjuang bahkan kami akan menyiapkan aksi yang jauh lebih besar dari aksi yang pernah kita lakukan untuk menyelamatkan Pancasila dan kesatuan negera Republik Indonesia," pungkasnya.

Beberapa tokoh lainnya pun turut hadir, di antaranya Ketua Front Pembela Islam (FPI) Ahmad Sobri Lubis, Sekjen FPI Munarman dan Sekjen Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Edy Mulyadi.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya