Berita

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun/RMOL

Politik

Ubedilah Badrun: Denny Siregar Terjebak Dalam Kekeliruan Asumsi

MINGGU, 05 JULI 2020 | 06:43 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Unggahan Denny Siregar di akun media sosialnya soal "Adek2ku Calon Teroris Yang Abang Sayang" dinilai berlebihan.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan bahwa postingan Denny Siregar tersebut sangat berlebihan dan tidak berbasis data akurat.

"Denny Siregar berlebihan menggunakan ilustrasi foto anak-anak untuk melakukan kritik pada kelompok Islam. Selain berlebihan saya baca narasi Denny Siregar juga tidak berbasis data akurat," ucap Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (5/7).


Berdasarkan catatan ubedilah, Denny Siregar telah terjebak dalam kekeliruan asumsi yang diyakini sendiri sebagai kebenaran. Selain itu, tidak ada korelasi antara apa yang ditulis dengan ilustrasi gambar yang disematkan.

Termasuk, data yang disajikan terkesang mengawang-awang dan tidak mendetail. Semua sebatas asumsi yang dianggap seolah nyata.

"Misalnya dia berasumsi bahwa anak-anak yang di pesantren tersebut didoktrin dan tidak ada waktu bermain seperti saat Denny Siregar kecil. Data anak-anak yang didoktrin seperti itu di mana? Di doktrin apa? Tidak bermain di pesantren itu pesantren apa dan di mana? Ustaz yang diasumsikan Denny Siregar itu, ustaz siapa?" ujar Ubedilah bertanya-tanya.

Sehingga, sambung Ubedilah, jika ada pihak-pihak yang tersinggung dan melaporkan Denny ke pihak kepolisian, maka itu adalah hal yang wajar.

“Problemnya adalah apakah polisi akan memproses laporan tersebut sampai tuntas? Itu ujian untuk aparat kepolisian, berpihak pada keadilan atau berpihak pada kekuasaan atau berpihak pada kepentingan pragmatis?" pungkas Ubedilah.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya