Berita

Obat anti-malaria, hydroxychloroquine/Net

Kesehatan

Gagal, WHO Hentikan Percobaan Kombinasi Hydroxychloroquine Dan Obat HIV

MINGGU, 05 JULI 2020 | 06:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menghentikan percobaan kombinasi perawatan obat anti-malaria, hydroxychloroquine dengan obat HIV, lopinavir/ritonavir untuk pasien Covid-19.

Penghentian tersebut dilakukan karena perawatan kombinasi dua obat tersebut terbukti gagal mengurangi angka kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit, melansir Reuters.

"Hasil uji coba sementara ini menunjukkan bahwa hydroxychloroquine dan lopinavir/ritonavir menghasilkan sedikit atau tidak ada pengurangan dalam kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit jika dibandingkan dengan standar perawatan," ujar WHO dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (4/7).


"Uji coba solidaritas akan dihentikan," tekannya merujuk pada program uji coba solidaritas untuk perawatan pasien Covid-19 yang dilakukan oleh banyak negara, termasuk Indonesia.

WHO menyebut, keputusan tersebut diambil atas rekomendasi komite pengarah uji coba nasional.

Program uji coba solidaritas yang dilakukan di bawah WHO sendiri memiliki lima pendekatan pengobatan untuk Covid-19. Di antaranya adalah perawatan standar, remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir/ritonavir, dan lopanivir/ritonavir yang dikombinasikan dengan interferon.

Pada Jumat (3/6), Komisi Eropa telah memberikan persetujuan bersyarat untuk penggunaan remdesivis bagi pasien Covid-19 setelah terbukti efektif mempersingkat waktu pemulihan.

Seiring dengan itu, program uji coba solidaritas juga digunakan untuk mencari vaksin Covid-19 yang efektif.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, sudah ada hampir 5.500 pasien di 39 negara yang direkrut untuk uji klinis vaksin Covid-19. Hasil uji coba tersebut diharapkan bisa keluar dua pekan lagi.

Saat ini ada 18 dari 150 vaksin Covid-19 eksperimental yang sedang diuji klinis pada manusia.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya