Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Tempat Akhir Menutup Mata

SABTU, 04 JULI 2020 | 19:10 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PAGEBLUG Corona memberi kesempatan saya untuk merenung berbagai ihwal kehidupan termasuk tentang siapa sebenarnya diri saya sendiri ini.

Sebenarnya saya sudah meyakini bahwa diri saya adalah seorang warga Indonesia titik. Namun akibat ada saja yang menyebut diri saya China maka saya sempat bimbang tentang siapa sebenarnya saya ini.

Anggapan


Saya bertanya kepada ibu saya. Alih-alih menjawab, beliau malah ikut bingung mengenai siapa sebenarnya saya ini. Maka saya bertanya kepada ayah saya. Sambil tersenyum, beliau berusaha menenteramkan sanubari saya dengan penjelasan bahwa memang benar bahwa kakek-nenek-moyang keluarga kami konon berasal dari negeri China.

Maka wajar bahwa ada yang menyebut saya China. Namun ayah menambahkan bahwa pada kenyataan kami sekeluarga adalah warga Indonesia maka beliau setuju keyakinan bahwa diri saya adalah warga Indonesia titik.

Ayah saya meyakini bahwa apa yang namanya anggapan terhadap diri sendiri pada hakikatnya merupakan satu di antara sekian banyak hak asasi setiap insan manusia. Sejauh anggapan terhadap diri sendiri itu tidak merugikan orang lain.

Kenyataan

Fakta membuktikan anggapan bahwa diri saya sebagai warga Indonesia titik sebenarnya tidak terlalu keliru sebab terbukti saya tidak bisa berbahasa China. Meski saya mengagumi Kong Hucu, Lao Tse, Wen Zhengming, Lu Hsun, Sun Yat Sen, Chow En Lay, Chow Yun Fat, Stephen Chow  namun sebagai warga Indonesia titik.

Saya lebih menghormati Bung Karno, Bung Hatta, Pak Dirman, BJ Habibie, Gus Dur, Megawati, SBY, Jokowi, Kwik Kian Gie, Ki Ageng Suryomentaram, Rendra, Taufik Ismail, Gesang, Ismail Marzuki, Eros Djarot, Christine Hakim, Titiek Puspa, Melly Guslaw,  Rano Karno, GM Sudarta, Pramono, Dwi Kun dll.

Saya lebih berupaya mempelajari kisah Wayang Purwa ketimbang Sam Kok. Saya lebih berupaya menghayati Ojo Dumeh ketimbang Tao Te Ching. Saya lebih menakjubi kesaktian Anoman ketimbang Sun Go Kong.

Sukma saya lebih tergetar ketika menyaksikan kedahyatan Borobudur ketimbang Wanli Changcheng. Lidah saya lebih tergiur rendang ketimbang dim sum.

Saya lebih menggemari pergelaran Wayang Orang ketimbang Opera Beijing. Saya lebih ngefan Didi Kempot ketimbang Jay Chou. Saya lebih mengagumi Susi Susanti ketimbang Zhang Ning.

Sanubari saya lebih terharu ketika mendengar kumandang Indonesia Raya ketimbang Yìyǒngjūn Jìnxíngqǔ.

Tanah Kelahiran

Insya Allah, sebagai warga Indonesia saya diizinkan meninggalkan dunia fana ini bukan di Tanah Leluhur saya namun di Tanah Air Udara saya sebagai Tanah Kelahiran saya yaitu Indonesia.

Pada hakikatnya, harapan saya tidak muluk-muluk namun sekadar sederhana sesuai syair lagu Indonesia Pusaka mahakarya Ismail Marzuki:  Di sana tempat lahir beta. Dibuai dibesarkan bunda. Tempat berlindung di hari tua. Tempat akhir menutup mata.

Penulis adalah warga Indonesia cinta Indonesia

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

UPDATE

Alpriado Osmond Mangkir, Sidang Mediasi di PN Tangerang Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:17

Dasco Minta Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Ditunda

Senin, 23 Februari 2026 | 16:08

Tiongkok Desak AS Batalkan Tarif Trump Usai Putusan MA

Senin, 23 Februari 2026 | 16:02

SBY Beri Wejangan Geopolitik ke Peserta Pendidikan Lemhannas

Senin, 23 Februari 2026 | 15:55

Subsidi untuk Pertamina dan PLN Senilai Rp27 Triliun Segera Cair

Senin, 23 Februari 2026 | 15:53

Putaran Ketiga Perundingan Nuklir Iran-AS Bakal Digelar 26 Februari di Jenewa

Senin, 23 Februari 2026 | 15:42

KPK Buka Peluang Panggil OSO Terkait Fasilitas Jet Pribadi Menag

Senin, 23 Februari 2026 | 15:38

Perjanjian Dagang RI-AS Jangan Korbankan Kedaulatan Data

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Palguna Diadukan ke MKMK, DPR: Semua Pejabat Bisa Diawasi

Senin, 23 Februari 2026 | 15:24

Polisi Amankan 28 Orang Lewat Operasi Gakkum di Yahukimo

Senin, 23 Februari 2026 | 15:23

Selengkapnya