Berita

Hewan Llama asal Belgia yang sedang menjalani proses uji terkait antivirus Covid-19

Kesehatan

Hewan Dari Belgia Ini Akan Menyelamatkan Manusia Dari Covid-19 Dengan Darahnya

JUMAT, 03 JULI 2020 | 14:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di saat para ilmuwan sedang berjuang untuk menyempurnakan pengobatan antivirus  Covid-19, sebuah kabar baik datang dari seekor hewan llama asal Belgia bernama Winter. Darahnya akan digunakan untuk uji antivirus Covid-19.

Seekor llama betina berusia 4 tahun bernama Winter mulanya hanya seekor binatang liar biasa yang hidup di pegunungan Andes. Namun, setelah diberi versi aman dari virus SARS dan MERS pada 2016, sampel darah Winter menunjukkan bahwa dia bereaksi dengan mengembangkan antibodi, seperti dikutip dari Daily Sabah, kamis (2/7).

Kali ini dia disuntik dengan protein yang ada di permukaan virus corona baru, dan dia kembali mengembangkan respons imun.


Sebuah studi dilakukan oleh para ilmuwan dari pusat VIB-UGent Belgia untuk bioteknologi medis dan University of Texas di Austin, yang diterbitkan Selasa (30/6) di jurnal Cell, menggunakan Winter sebagai pusat studi mereka.

Antibodi yang dihasilkan dari hewan berkaki empat ini berhasil menetralkan virus corona dalam percobaan laboratorium, dan ini menjadi yang pertama dalam bidang medis. Antibodi ini juga tampaknya mampu berperan dalam melindungi pembawa dan menetralkan ancaman virus.

Profesor Xavier Saelens dari VIB pernah menyampaikan kepada AFP,  bahwa penelitian berbasis antibodi hewan llama ini sudah dilakukan sejak lama. Obat hasil penelitian juga sudah beredar di pasar farmasi.

“Sudah ada obat di pasaran yang diolah dari antibodi llama,” katanya merujuk pada caplacizumab, yang digunakan untuk medikasi kelainan darah thrombocytopenic purpura.

“Tujuan kami adalah menghasilkan pengobatan anti-virus yang akan melibatkan pemberian antibodi secara langsung kepada pasien,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa pengujian pertama pada pasien manusia dapat dimulai sebelum akhir tahun.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya