Berita

Presiden RI, Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Menteri Banyak Buat Panggung Sendiri, Jokowi Harus Bebaskan Diri

JUMAT, 03 JULI 2020 | 01:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kemungkinan reshuffle kabinet yang diungkapkan Presiden Joko Widodo dinilai sebagaian kalangan sebagai tanda kegagalan presiden dalam merekrut orang-orang terbaik untuk jadi pembantu-pembantunya.

Pengamat Politik Universitas Telkom yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai pandangan tersebut tak bisa sepenuhnya dipungkiri.

“Ada benarnya, mereka yang terpilih lebih pada soal telah memenangkan Jokowi dibanding karena kapasitas,” katanya saat diwawancara Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (2/7).


Dedi berpandangan, reshuffle juga menajadi bukti Joko Widodo gagal mengatur ritme kerja para menteri, sehingga visi misi presiden tidak terimplementasi dengan baik.

“Justru beberapa berupaya untuk membangun panggungnya sendiri,” ujarnya.

Lebih lanjut Dedi menuturkan, situasi ini mengharuskan presiden melakukan reshuffle meski berdampak buruk bagi tata kelola pemerintahannya.

“Jika kinerja kabinet tidak dapat diandalkan, maka tidak ada pilihan lain untuk kepala negara melakukan perombakan kabinet,” cetusnya.

“Sekarang, presiden harus berhasil bebas dari lingkungan yang tidak produktif, tidak perlu ada dikotomi Parpol nonparpol di kabinet, siapapun yang miliki kapasitas, layak dipertimbangkan,” lanjut Dedi.

Lebih jauh Dedi menjelaskan, dilihat dari kemarahan Presiden Jokowi belum lama ini, sudah cukup terlihat posisi mana yang tidak aman dan dimungkinkan dilakukan perombakan.

“Soal menteri mana, mengarah pada statemen Jokowi lebih layak mereka yang berada di bidang ekonomi, sosial, kesehatan, juga hukum,” tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Meluruskan Hari Lahirnya Pancasila: Dari Piagam Jakarta Hingga Dekrit Presiden

Selasa, 02 Juni 2026 | 20:01

Kuasa Hukum Gus Yaqut Sebut Tidak Ada Konfirmasi Aliran Dana

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:46

RI Impor Emas 2,5 Ton pada April 2026, Australia jadi Pemasok Terbesar

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:16

Saksi Perkara Maluku, Thobahul Aftoni Akui Mardiono Ketum PPP

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:13

BEM PTMA: MBG adalah Investasi Jangka Panjang Menuju Indonesia Emas

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:09

Gerinda Sebut Lawatan Prabowo Perkokoh Posisi Indonesia di Kancah Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:08

KPK Tahan Tiga Tersangka Korupsi Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan

Selasa, 02 Juni 2026 | 19:05

Habiburokhman: Zaman Pak Dino Sehebat Apa sih?

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50

Daftar Harga LPG 5,5 kg dan 12 Kg Terbaru, Cek Tiap Provinsi

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:47

SPI: Nasionalisme dan Kepastian Hukum Harus Seimbang

Selasa, 02 Juni 2026 | 18:46

Selengkapnya