Berita

Rektor Universitas Darmajaya sekaligus bakal calon Walikota Bandarlampung, Firmansyah/RMOLLampung

Politik

Utang Pemda Tak Kunjung Tuntas, Tugas Kepala Daerah Sekadar 'Cuci Piring'

KAMIS, 02 JULI 2020 | 16:32 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Siapa pun yang menjadi kepala daerah, baik di Kota Bandarlampung atau daerah lain, punya masalah besar. Dia akan menjadi pimpinan yang tugasnya ‘cuci piring’.

Hal itu disampaikan bakal calon Walikota Bandarlampung, Firmansyah, dalam dialog demokrasi di Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis (2/7).

Kritikan Firmansyah ini didasari karena belum melihat Pemkot Bandarlampung melakukan refocusing anggaran. Padahal, tanpa refocusing anggaran, pemerintah daerah berpotensi akan memaksakan kegiatan yang kurang penting.


“Contoh flyover, pembangunan gedung parkir yang belum urgent, dengan memaksakan uang yang nggak ada. Karena pendapatan Kota Bandarlampung yang dianggarkan Rp 3 triliun, dapat Rp 2 triliun saja sudah bagus,” tambahnya, dilansir Kantor Berita RMOLLampung.

Ia melanjutkan, dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) jika menganggarkan Rp 1 triliun, maka per hari harusnya masuk Rp 3 miliar. Sedangkan hari ini, menurut pernyataan kepala dinas daerah hanya Rp 300 juta per hari.

“Hanya 10 persen, sehingga bisa dipastikan nanti pada akhir tahun anggaran Rp 200 miliar sudah hebat, ini tekor Rp 100 miliar. Pemerintah pusat juga pasti tekor, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) pasti dikurangi,” tambahnya.

Rektor Universitas Darmajaya ini mengatakan, jika ini terus berlanjut, maka yang akan terjadi adalah utang yang akan 'dilanjutkan' pemerintahan periode yang akan datang.

“Rp 1 triliun utang ditambah Rp 500 miliar utang sebelumnya butuh waktu nggak cukup satu tahun. Pemborong-pemborong itu akan negur kami ini, karena Pemda tidak akan sanggup bayar ini,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, untuk bayar THR, tunjangan guru ngaji, RT dan lain-lain masih berutang. Ini yang harus menjadi perhatian bersama.

“Saya harap pemuda menyuarakan itu, menyuarakan pilkada yang bersih dan bermartabat. Caranya dengan membuat gelombang untuk menyadarkan pemuda untuk merancang masa depan dengan ambil bagian,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya