Berita

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz/Istimewa

Politik

Larangan Kantong Plastik Jangan Sampai Menyulitkan Masyarakat

KAMIS, 02 JULI 2020 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, hingga pasar rakyat di wilayah Ibukota mendapat dukungan dari anggota DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz.

Meski begitu, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta itu menyebut kebijakan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, itu bukanlah hal baru.

"Sebenarnya ini bukan hal baru, dari historinya. Bahkan beberapa bulan lalu kita pernah berbelanja tidak dikasih plastik, jadi ini bukan hal baru," ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (2/6).


Kendati demikian, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat sosialisasi yang dilakukan Pemprov DKI masih terbilang kurang.

Selain itu, kebijakan ini tak diiringi dengan kesiapan alternatif kantong belanja ramah lingkungan. Sehingga masyarakat merasa kesulitan.

"Harusnya Pemda ini memikirkan alternatifnya. Misalnya plastik dilarang, bolehnya pakai kertas, misalnya. Ini bisa nggak untuk menampung cairan misalnya. Di sisi lain ada teknologi maju menciptakan bahan alternatif plastik ramah lingkungan," jelasnya.

"Seharusnya itu dikejar oleh Pemda bagaimana memproduksi ini sebanyak-banyaknya, sehingga masyarakat tidak disulitkan dengan kebijakan ini," pungkas Abdul Aziz.

Diketahui, pelarangan penggunaan kantong plastik di pasar dan swalayan tertuang dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 142/ 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya