Berita

Tangkapan layar rapat Komisi VIII DPR RI

Politik

Data Kemiskinan: Karena Operator Desa Tidak Digaji Dan Mendagri Yang Mestinya Turun Langsung Untuk Pengecekan

KAMIS, 02 JULI 2020 | 09:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyebab tidak berkembangnya data kemiskinan di Indonesia salah satunya adalah akibat operator desa atau kelurahan yang tidak memberikan data-data secara valid kepada Dinas Sosial (Dinsos) di setiap tingkat daerah.

Hal ini disampaikan oleh anggota Komisi VIII DPR RI yaitu Anisah Syakur saat rapat kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Sosial RI, Menteri Dalam Negeri RI, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI, dan Menteri PPN/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional RI, serta Menteri Keuangan RI terkait Verifikasi dan Validasi Data Kemiskinan, Rabu (1/7).

“Data kemiskinan ini ngaco akibat operator desa tidak memberikan data yang valid kepada Dinsos. Hal tersebut karena mereka itu tidak digaji, jadi ngasih  (data)nya asal-asalan saja, tidak sesuai dengan kenyataan,” ujar Anisah, dari siaran pada laman resmi media sosial DPR RI.  


Untuk itu, Anisah mengusulkan agar ada insentif atau gaji yang diberikan kepada  operator desa agar meningkatkan semangatnya dalam bekerja. Dengan semangat itu, maka percepatan data kemiskinan bisa diperoleh.

“Makanya operator desa itu harus digaji agar mereka itu semangat, jika tidak datanya sulit untuk benar,” tekannya.

Sementara, anggota Komisi VIII dari Demokrat, Ahmad, menyampaikan, data yang saling tumpang tindih itu kuncinya ada pada kepala daerah. Perlu dilakukan teguran keras terhadap para kepala daerah agar lebih serius dalam mengurus data kemiskinan di daerahnya.

"Perlu teguran keras, karena kuncinya ada pada kepada daerah. Asal kepala daerahnya serius mengurus orang miskin maka ini akan tuntas," ujar Ahmad.

Ia menekankan untuk menegur kepala daerah perlu kekuatan dari menteri dalam negeri. Maka, Ahmad menyarankan kepada menteri dalam negeri agar turun ke daerah mengadakan pengecekan langsung dan menegur kepala daerahnya.

"Kami sarankan, sesekali menteri dalam negeri turun, cek data itu betul nggak!" tegas Ahmad. "Pasti nanti kaget, terbirit birit kepada daerah. Apa pun kita bicara dari sini kalo kepala daerahnya tidak bergerak... no way tak ada."

Ia juga menyarankan untuk menurunkan kemiskinan tidak cukup hanya berdasarkan pendekatan ekonomi saja. Tetapi juga membutuhkan revolsi mental.

Salah satu contohnya adalah, rakyat senang diberi pinjaman tetapi tidak senang mengembalikannya. Revolusi mental dibutuhkan untuk menata cara pandang masyarakat ini agar semua bisa berjalan baik.

"Kebanyakan senang meminjam tapi sulit mengembalikan. Mereka tidak senang mengembalikannya, ini butuh revolusi mental. Ada lagi itu, dipinjam uang tetapi disangkanya hibah," ujar Ahmad.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya