Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Contoh Periode Pertama, Reshuffle Ala Jokowi Tidak Akan Ubah Tata Kelola Pemerintahan

RABU, 01 JULI 2020 | 21:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Isu reshuffle yang keluar dari mulut Presiden Joko Widodo saat berpidato dalam rapat kabinet 18 Juli lalu ramai diperbincangkan banyak kalangan.

Dari sekian banyak penilaian yang disampaikan, Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf menyebutkan, bahwa reshuffle tidak akan mengubah tata kelola pemerintahan menjadi lebih baik.

Sebab berdasarkan pengalaman reshuffle di periode pertama, Gde Siriana tidak menyaksikan capaian ekonomi RI naik hingga 7 persen, sebagaimana yang dijanjikan Jokowi saat sebelum reshuffle tahun 2015.


Begitupun disaat reshuffle kedua periode pertama tahun 2016. Di mana enam belas kebijakan ekonomi ditargetkan tercapai pada tahun 2018 setelah mengganti sejumlah menterinya.

"Jadi apakah akan ada perbaikn meski dlakukan reshuffle? Saya jawab tidak akan. Contoh di periode satu," ujar Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/7).

Dari pengalaman itu, Gde Siriana juga melihat bahwa pola kepemimpinan Jokowi masih sama dengan periode kedua saat ini. Bahkan ia berasumsi, ada pihak-pihak dilingkaran pemerintah yang mengendalikan pemerintahan, atau yang disebut the real president.

Jika benar ada pihak yang bernama the real president ini, maka bukan tidak mungkin reshuffle yang akan dilakukan Jokowi nanti akan percuma.

"Ketika mereka ini, the real president ini menjalankan agenda masing-masing, benturan kepentingn ini terjadi. Nampak jelas kebingungan Jokowi dari kebijakan-kebijakan yang enggak jelas," ucap Gde Siriana.

"Yang satu minta kartu pra kerja, satunya lagi minta HIP (Haluan Ideologi Pancasila), yang satu minta investasi China, satunya lagi minta UU Minerba. Tapi apalah daya seorang boneka," pungkasnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya