Berita

Waketum Partai Gerindra, Fadli Zon saat beri keterangan ke awak media Rabu (1/7)/RMOL

Politik

Jokowi Harus Tindaklanjuti Pidatonya, Jika Tidak Akan Dianggap Seperti Aksi Teatrikal

RABU, 01 JULI 2020 | 15:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ancaman reshuffle kabinet yang keluar dari mulut Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna 18 Juni 2020 dan baru dipublikasikan 28 Juni 2020, merupakan sebuah pernyataan politik yang harus dibuktikan.

Jika ancaman tersebut hanya diucapkan dengan "marah-marah" tanpa langkah serius, maka pernyataannya itu tak ubahnya seperti aksi teatrikal.

Demikian kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7).


"Sebenarnya itu sebuah pengakuan bahwa kinerja sejumlah menterinya bermasalah. Jadi seharusnya, Presiden mengambil langkah-langkah atas pidatonya," ujar Fadli Zon.

"Kalau enggak, pidatonya itu dianggap angin lalu aja, jadi enggak jelas, seperti aksi teatrikal aja. Yang ujung-ujungnya hanya mau cuci tangan. Itu akan ada anggapan seperti itu," imbuhnya menegaskan.

Saat disinggung sektor mana saja apabila Kepala Negara menghendaki terjadinya reshuffle Kabinet Indonesia Maju, anak buah Prabowo Subianto itu menyatakan bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden.

Namun, sektor-sektor kesehatan dan ekonomi merupakan dua sektor yang harus diprioritaskan dalam menghadapi pandemik Covid-19 di tanah air.
 
"Presiden kan yang mempunyai penilaian, mempunyai hak prerogatif. Dan itu harusnya berdasarkan evaluasi. Yang sekarang ini merupakan prioritas harusnya adalah di bidang kesehatan dan terkait penanganan pandemik Covid-19 ini. Termasuk juga di bidang ekonomi harusnya. Dan juga beberapa bidang lain mungkin yang dianggap relevan," tuturnya

"Jadi ya menurut saya, reshuffle itu hal yang biasa. Apalagi Presiden sudah mengungkapkan itu," sambungnya.

Lebih jauh, Fadli Zon menyatakan, pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin relatif stabil dalam bidang politik. Hanya saja pada penanganan Covid-19 yang gagap dan cenderung ditemukan banyak persoalan dan catatan serius.  

"Saya kira pemerintahan sekarang relatif stabil kalau dari sisi politik. Yng tidak stabil itu dari sisi penanganan Covid-19 dan dari sisi ekonomi kan. Itu yang tidak stabil," ucap dia.

"Nah mudah-mudahan kalau ada ditempatkan orang-orang yang tepat, ahli di bidangnya. Saya kira itu akan jauh lebih berguna bagi pemerintah untuk menangani berbagai masalah itu," demikian Fadli Zon.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya