Berita

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson/Net

Dunia

PM Boris Johnson: Covid-19 Sudah Jadi Bencana Dan Mimpi Buruk Bagi Inggris

SENIN, 29 JUNI 2020 | 14:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Boris Johnson menggambarkan pandemik Covid-19 telah menjadi sebuah bencana dan mimpi buruk bagi Inggris. Namun, ia mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menyelidiki kesalahan langkah yang sudah dibuat.

"Ini sudah menjadi bencana. Maksud saya, ini telah menjadi mimpi buruk mutlat bagi negara dan negara telah mengalami kejutan besar," ujar Johnson kepada Times Radio seperti dikutip Reuters, pada Senin (29/6).

"Setiap hari, apa yang kita dapatkan adalah kurva yang mengarah ke arah yang mereka pikir akan turun sangat lambat," lanjutnya.


Alih-alih melakukan penyelidikan mengenai langkah-langkah salah, Johnson mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada peningkatan infeksi secara lokal.

"Yang penting adalah memastikan bahwa kami siap menindak peningkatan infeksi lokal dan itulah mengapa kami memiliki strategi gila-gilaan," terangnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Universitas Johns Hopkins, Inggris sudah mencatatkan 312.640 kasus Covid-19 atau tertinggi kelima di dunia.

Selain itu, angka kematian di Inggris adalah yang terburuk di Eropa, yaitu dengan 43.634 kematian.

Meski setiap harinya masih melaporkan ratusan kasus baru, pemerintahan Johnson tengah menjajaki proses pembukaan, khususnya untuk menghidupkan kembali ekonomi.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya