Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Nasir Djamil: Aneh Bin Nyata Jika Din Syamsuddin Mundur Karena Desakan Alumni

MINGGU, 28 JUNI 2020 | 17:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat Din Syamsuddin mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota Majelis Wali Amanah Institut Teknologi Bandung.

Mundurnya Din Syamsuddin, atas desakan sejumlah alumni ITB yang mencapnya sebagai ulama radikal.

Menyikapi hal tersebut, politisi PKS Muhammad Nasir Djamil menduga cap radikal tak lain karena adanya aktor penguasa yang mendorong para alumni ITB untuk menyudutkan Din Syamsuddin lantaran terlalu kritis dengan pemerintah.


“Kampus sekarang diduga sudah terkooptasi dengan penguasa. Mana mungkin Prof. Din radikal. justru beliau itu moderat,” ujar Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (28/6).

Menurutnya, orang yang melabeli Din Syamsuddin sebagai ulama radikal sama saja seperti mencap organisasi massa Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah.

“Mencap beliau radikal maka secara tidak langsung mencap organisasi Muhammadiyah. Sebab, Prof. Din pernah menjadi ketum PP Muhammadiyah dan sampai saat ini masih tercatat sebagai kader Muhammadiyah,” katanya.

Legislator asal Aceh di DPR RI ini mengatakan, sikap kritis Din Syamsuddin tak lain untuk memperbaiki moral bangsa dan semata-mata untuk menunjukkan kebenaran.

“Prof Din itu melakukan amar maruf nahi mungkar, mengkritisi yang melenceng dari pemerintah,” imbuhnya.

Bagi Nasir, ITB membutuhkan sosok Din Syamsuddin. Pasalnya latar belakang Din yang begitu moderat dengan agama lain dibutuhkan oleh para mahasiswa ITB.

“ITB adalah kampus perjuangan sangat membutuhkan sosok Prof. Din. Karena itu aneh bin nyata jika Prof. Din harus mundur karena desakan alumni,” tutupnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya