Berita

Pembakaran bendera PDIP saat aksi menolak RUU HIP di gedung DPR/Net

Politik

Demi Stabilitas Negeri, Baiknya ANAK NKRI Berbesar Hati Minta Maaf Ke PDIP

MINGGU, 28 JUNI 2020 | 09:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Insiden pembakaran bendera PDIP oleh oknum massa aksi "Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme" di Gedung DPR/MPR RI pada Rabu (24/6) kemarin dikhawatirkan akan membuat konflik horizontal yang berkepanjangan.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam pun menyarakan agar pihak panitia maupun organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI berbesar hati menyampaikan permintaan maaf kepada PDIP.

"Iya seharusnya sebagai wadah gabungan dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI tidak masalah meminta maaf atas insiden pembakaran bendera PDIP," ucap Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (28/6).


Hal itu, kata Saiful, bertujuan untuk menjaga stabilitas negeri. Sementara di satu sisi, pelaku pembakaran bendera PDIP harus tetap diproses sebagaimana hukum yang berlaku.

"Saya kira demi stabilitas negeri tidak masalah minta maaf, meskipun tetap pelakunya diproses menurut hukum yang ada," kata Saiful.

Dengan demikian, Saiful kembali berharap agar ANAK NKRI untuk berbesar hati meminta maaf agar tidak terjadi perpecahan di saat kondisi sedang sulit akibat pandemik Covid-19.

"Saya kira panitia aksi Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI harus berbesar hati untuk meminta maaf atas insiden pembakaran bendera, untuk menyejukkan suasana agar jangan sampai ada perpecahan di tengah keinginan memperjuangkan RUU HIP," pungkas Saiful.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya