Berita

Ilustrasi Pilkada/Net

Politik

Soal Kerawanan Dalam Pilkada, Lampung Masuk Kategori Sedang

MINGGU, 28 JUNI 2020 | 02:21 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Setiap daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) punya tingkat kerawanan yang berbeda-beda. Untuk Provinsi Lampung, kerawanan dalam pelaksanaan Pilkada masuk dalam kategori sedang.

“Kita sudah mengidentifikasi beberapa dimensi dari kerawanan pemilu itu. Nah Lampung masuk kategori sedang, bukan rendah, jadi perlu waspada,” kata Ketua Bawaslu Lampung, Fatikhatul Khoiriyah, kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (27/6).

Menurutnya, ada beberapa konteks dalam menentukan indeks kerawanan pemilu 2020. Seperti konteks pandemik, konteks infrastruktur daerah, konteks politik, dan konteks sosial.


“Aspek yang diukur dalam konteks pandemik adalah anggaran pilkada terkait Covid-19, data terkait Covid-19, dukungan pemerintah daerah, resistensi masyarakat terhadap penyelenggaraan pilkada, dan hambatan pengawasan pemilu akibat wabah Covid-19,” ujarnya.

Sedangkan konteks infrastruktur daerah, Bawaslu mengukur dari dukungan teknologi informasi di daerah dan sistem informasi yang dimiliki penyelenggara pemilu.

“Sementara untuk konteks politik, aspek yang diukur adalah keberpihakan penyelenggara pemilu, rekruitmen penyelenggara pemilu yang bermasalah, ketidaknetralan ASN, dan penyalahgunaan anggaran,” jelasnya.

Untuk konteks sosial, Bawaslu mengukur aspek ini dari gangguan keamanan (seperti bencana alam dan bencana sosial) serta aspek kekerasan atau intimidasi pada penyelenggara.

“Setelah memetakan indeks kerawanan ini, ada beberapa hal yang kita fokuskan untuk meminimalisir tingkat kerawanan pemilu 2020. Seperti berkoordinasikan dengan pihak-pihak terkait, agar partisipasi masyarakat bisa meningkatkan atau tidak turun dari pilkada sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, Bawaslu juga berkoordinasi dengan pihak keamanan, pihak kepolisian, badan intelejen, dan tim gugus tugas, untuk antisipasi persoalan di lapangan.

“Kita melakukan penguatan SDM pengawas Pemilu. Ini penting untuk pengawasan kita itu paham dan mengerti apa yang akan dilakukan, apa yang harus diawasi, bagaimana ketika menemukan pelanggaran dilapangkan dan sebagainya,” imbuhnya.

Bawaslu juga melakukan sosialisasi di media sosial dengan membuat pamflet, dan membuat diskusi-diskusi daring di kelompok masyarakat.

“Kita memaksimalkan teknologi dan meningkatkan konsolidasi kelembagaan kita dengan jajaran pengawas Pemilu. Jadi kita membangun solidaritas tim internal,” demikian Fatikhatul Khoiriyah.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya