Berita

Rizal Ramli mewaspadai dampak geopolitik global bagi Indonesia saat Pilpres AS pada September mendatang/Net

Politik

Siap-siap! Indonesia Bakal Ikut Terseret Kalau AS-China Tegang Lagi Jelang 3 November

SABTU, 27 JUNI 2020 | 23:24 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertarungan geopolitik antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China diprediksi akan kembali memanas dan menyeret Indonesia yang sudah kadung diberi label sebagai pihak yang tidak netral.

Dalam waktu beberapa bulan ke depan, tepatnya 3 November 2020, AS akan kembali menggelar pemilihan presiden.

Pertarungan antara incumbent Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, telah menyeruak ke seantero dunia. Termasuk, wacana mengenai berbagai strategi yang akan dimainkannya.


Hal ini diikuti oleh ekonom senior Indonesia, Dr Rizal Ramli, dan disampaikan dalam sebuah diskusi virtual yang digelar Political and Public Policy Studies (P3S) bersama PEWARNA Indonesia, dengan tema "Bedah President Election AS", Sabtu (27/6).

Sosok yang kerap disapa RR ini melihat kompetisi Pilpres AS tahun ini akan sangat keras, karena isu-isu atau wacana-wacana yang dimainkan lebih beragam.

Dicontohkan RR, baru-baru ini muncul isu melawan rasisme yang belum pernah terjadi dalam sejarah Negeri Paman Sam selama 60 tahun terakhir. Di mana, ada demonstrasi antirasisme besar-besaran yang menurut RR jauh lebih besar dari perang Vietnam.

"Dan tentu itu punya dampak yang luas," tekannya.

Bahkan yang mengejutkan, sejak sebelum corona menghantui banyak negara, para penasihat Trump sudah memberikan masukan kepada sosok presiden kontroversial ini tentang strategi pemenangan pemilu 2020. Yaitu dengan menghajar China.

Karena menurut RR, orang-orang AS, utamanya yang tinggal di pedalaman atau pedesaan, khususnya di bagian selatan negara ini, senang dengan sosok presiden yang bergaya koboi alias senang bertengkar.

Mantan Menteri Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) era Presiden Abdurrahman Wahid ini memberikan contoh ketika George W Bush berniat duduk kembali sebagai presiden untuk kedua kalinya.

"Waktu Presiden Bush Junior ada masalah macem-macem, ya hajar aja salah satu negara untuk dibom, seperti Irak dan sebagainya. Akhirnya berbalik peta politiknya (unggul dalam pemilu dan menang lagi)," ungkapnya.

Lanjut RR, strategi atau cara yang digunakan Trump untuk kembali menang tidak kalah mengerikan. Yaitu dengan menumbangkan penguasaan China terhadap negara-negara di Asia.

Baru pertama kali dalam sejarah geopolitik Asia-Pasifik, di tahun 2020 ini Trump seolah bersiap perang melawan China dengan mengirimkan tiga kapal induknya ke Laut China Selatan.

Sikap politik AS inilah yang kemudian akan menyeret Indonesia dalam pertarungan politik global AS dalam kurun waktu dekat ini.

Karena menurut RR, sepanjang kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat kentara haluan politik negara condong kepada negeri Tirai Bambu. Meskipun dalam kurun waktu enam tahun ke belakang RI tidak dianggap sebagai hot spot, atau kawasan strategis untuk AS.

"Sehabis corona ini Trump akan lebih agresif ributin China. Dalam konteks itu Indonesia menjadi penting. Karena di Asia Tenggara yang betul-betul nasionalismenya kuat ke China itu hanyalah Vietnam," terang RR.

"Jika kondisi di Laut Cina Selatan ini makin menguat, makin mengeras, maka Indonesia akan dinilai mulai bagian dari hotspot penting buat pergerakan dan kompetisi geopolitik di kawasan Asia," sambungnya.

Bahkan RR mengaku, minggu lalu dirinya mendengarkan pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, di Laos yang seolah memberi peringatan kepada negara-negara di Asia Tenggara yang memiliki afiliasi dengan China.

"Pompeo mengumumkan berita yang bikin enggak enak. Dia bilang hati-hati, beberapa negara di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh partai komunis. Disebutin namanya (negaranya), termasuk Indonesia. Wah," ungkap mantan Kepala Bulog ini.

Oleh karena itu RR berkesimpulan bahwa perkembangan geopolitik global saat ini akan menimbulkan masalah, dan turut mempengaruhi stabilitas yang ada di dalam negeri.

"Selama ini pemerintah Jokowi menganggap dia diterima, didukung oleh negara-negara besar di dunia. Mohon maaf, pemerintahan Jokowi hanya didukung oleh China. Diakui memang oleh negara lain, tapi kalau saudara lihat seminggu terakhir berita-berita politik ekonomi soal corona dari Australia sangat-sangat negatif terhadap Indonesia," katanya.

"Ini nunjukin gejolak dan pertentangan geopolitik itu mau tidak mau akan menyeret Indonesia, dan bisa-bisa elite Indonesia akan sangat takut terhadap negara-negara besar. Itu bisa salah satu faktor yang mendorong perubahan," demikian Rizal Ramli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya