Berita

Penggagas Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang juga CEO RMOL Network, Teguh Santosa/RMOL

Nusantara

Mempertahankan Kualitas Jurnalistik Lebih Memusingkan Dibanding Urusan Bisnis Media

SABTU, 27 JUNI 2020 | 14:10 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Modal utama perusahaan media massa, apa pun platformnya, adalah kredibilitas dan independensi serta penghormatan terhadap kode etik jurnalistik.

Hal itu diingatkan Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Ilham Bintang ketika berbicara dalam diskusi virtual bertema “Pening dan Pentingnya Media” yang diselenggarakan Smart FM, Sabtu pagi (27/6).

Diskusi yang dipandu Ichsan Loulembah itu menghadirkan lima wartawan senior yang juga mengelola bisnis media massa. Selain Ilham Bintang, pembicara lain adalah Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jakarta dan CEO RMOL Network Teguh Santosa, Penasehat Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan pendiri Tirto.id Sapto Anggoro, serta Pemimpin Redaksi Metro TV dan mantan anggota DPR RI periode 2014-2019, Arief Suditomo.


Ilham Bintang meminta agar pengelola media tak bosan mengingatkan semua wartawan untuk menghormati kode etik jurnalistik dan terus meningkatkan kualitas kerja.

"Karena pertahanan terakhir kita adalah berpegang teguh kepada kode etik," ujar Ilham Bintang.

Diskusi tersebut membicarakan situasi perusahaan media di tengah pandemi Covid-19. Bahkan sebelum pandemi Covid-19, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membuat persaingan media semakin ketat.

Lanskap baru komunikasi ini memungkinkan siapa pun, bukan hanya perusahaan media dan wartawan, dapat terlibat dalam proses pemberitaan.

Tidak sedikit individu yang tidak memiliki latar belakang kewartawanan menyediakan content bernilai berita untuk dikonsumsi masyarakat. Tidak jarang, content yang mereka produksi itu lebih menarik perhatian publik.

Di sisi lain, situasi pandemi Covid-19 menimbulkan persoalan baru bagi banyak perusahaan media massa dari sisi bisnis. Perusahaan media harus menunaikan kewajiban pada karyawan sementara pendapatan menurun.  

Terkait masalah ini Teguh Santosa mengatakan, sisi kualitas jurnalistik merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan.

“Menjaga kualitas jurnalistik lebih memusingkan daripada mengurusi bisnis yang terpengaruh pandemi,” ujar anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat ini.

“Yang menjadi persoalan kita sampai dengan hari ini adalah kualitas jurnalistik. Saya kira itu lebih memusingkan kepala daripada urusan (mengelola bisnis) korporasi,” kata Teguh Santosa.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya