Berita

John Kei menyampaikan pesan untuk anggota Amkei di Jayapura/Ist

Nusantara

Bukan Riya, Tapi Orang Perlu Tahu Sisi Positif John Kei

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 23:07 WIB | OLEH: DR. TEGUH SANTOSA

Suasana mendadak mencekam. Dari luar rumah terdengar suara rentetan tembakan. John Refra Kei buru-buru mengungsikan keluarganya dari ruang tamu ke dalam kamar. Mencoba mencari perlindungan dan menyelamatkan diri.

Malam itu, Minggu (26/6).

Maria Erviliana “Melan” Refra masih mengingat peristiwa mencekam itu.


Putri sulung John Kei itu ketakutan. Ia membayangkan “serangan balasan” dari pihak Agrapinus Rumatora yang biasa dipanggilnya Opa Nus.

Juga berasal dari Pulau Kei di Maluku Utara, Opa Nus dikenal dengan sebutan Nus Kei.

Minggu siang sudah terdengar kabar tentang penyerangan yang dilakukan anak buah John Kei ke tempat tinggal Nus Kei di perumahan Green Lake City, Cengkareng, Jakarta Barat.

Seorang anak buah Nus Kei, berinisial ER, tewas dengan tujuh luka bacokan senjata tajam. Bukan itu saja, tubuhnya dilindas kendaraan yang digunakan anak buah John Kei dalam penyerangan. Seorang anak buah Nus Kei lainnya, AR, mengalami luka-luka akibat bacokan. Empat jarinya putus.

John Kei disebutkan berada di balik penyerangan itu.

Maka, hal pertama yang terlintas di benak Melan Refra saat mendengar suara rentetan tembakan di luar rumahnya malam itu adalah: ini “serangan balasan” dari Opa Nus.

“Aku pikir itu serangan dari pihak sana. Kita kaget di rumah, ketakutan,” cerita putri sulung John Kei.

Ia menceritakan pengalamannya itu kepada redaksi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat sore (26/6).

Beberapa jam setelah perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL itu, Melan Refra dan tim kuasa hukum John Kei mengunjungi John Kei yang sedang ditahan di Polda Metro Jaya.

Kata Melan Refra, ibunya yang memiliki riwayat vertigo juga ketakutan dan bersembunyi di dalam kamar.

“Pintu rumah digedor-gedor dari luar,” kata Melan Refra.

Setelah “mengamankan” anggota keluarganya dan mengetahui bahwa yang melepaskan rentetan tembakan dan menggedor pintu rumah adalah polisi, John Kei keluar untuk memeriksa keadaan.

Tak lama Melan Refra juga keluar kamar menyusul ayahnya.

“Saat ditodong pistol, Papaku angkat tangan, tidak ada perlawanan. Di sebelahnya itu adikku. Adikku juga tidak ada perlawanan,” ceritanya lagi.

Tangan John Kei diborgol. Ia didudukkan di ruang tamu. Sementara anak buah John Kei yang saat penggerebekan berada di sekitar rumah sudah lebih dahulu dilumpuhkan. Mereka telungkup di teras dengan tangan diborgol ke bagian belakang tubuh.

“Saya lihat sendiri Papa diborgol,” katanya lagi.

Apakah John Kei mengalami perlakuan kasar?

“Saya melihat muka Papa seperti habis dipukul. Merah. Terus agak bengkak di kepala, di jidatnya,” masih kata Melan Refra. Ia sempat memprotes perlakuan itu.

Pada bagian akhir perbincangan, Melan Refra mengatakan ingin menyampaikan kepada masyarakat luas bahwa ayahnya yang selama ini dikenal sebagai preman telah menemukan pertobatan ketika menjalani masa hukuman baik di LP Salemba dan LP Nusakambangan.

Setelah mendekam selama sekitar enam tahun, John Kei menghirup udara segar pada 26 Desember 2019 lalu.

“Orang-orang perlu tahu perubahan Papa seperti apa,” kata Melan Refra.

Selain lebih rajin beribadah, John Kei yang baru juga aktif di dalam kegiatan sosial.  

“Sebelum kejadian ini Papa ada kegiatan sosial. Bukannya riya atau bagaimana. Cuma orang-orang perlu tahu segi positif dari Papa. Minggu pagi itu, selesai ibadah, Papa membuat video untuk anak-anak (asal Kei) di Papua,” sambungnya.

Dalam rekaman video yang dikirimkan Melan Refra, John Kei yang mengenakan kaos merah dan celana jeans menyampaikan pesan untuk anak-anak Angkatan Mudai Kei (Amkei) yang berada di Jayapura, Papua.

“Saya sebagai ketua umum Amkei  mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Amkei di Jayapura yang telah turut menyalurkan bantuan kemanusiaan buat saudara-saudara Kei di Jayapura. Harapan kakak, semoga semua saudara Amkei di Jayapura selalu sehat dan tetap menjaga kerukunan,” demikian John Kei. Bersambung

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Dua Kali Belanja dalam Sepekan, Komisaris AMMN Tambah 4,62 Juta Saham

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:23

Di KUII VIII, MUI Dorong Gagasan Danantara Syariah Indonesia

Sabtu, 25 Juli 2026 | 08:00

Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:38

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat di Akhir Pekan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:20

Walkot Jakpus Melarang Laporan Warga Berhenti di Meja Birokrasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:07

Respon Kadin Soal PMI Manufaktur: Genjot Perdagangan dan Investasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:03

Putusan MK soal Kuota Hangus Terobosan Menuju Keadilan Digital

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:51

Febrie Ditahan Tanpa Borgol dan Rompi Pink

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:42

Untung Hakim Masih Ada

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:25

Program Wakaf 99 Masjid Asmaul Husna Dimulai di Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 | 06:19

Selengkapnya