Berita

Ketua Dewan Pengarah KMPK, Din Syamsuddin/RMOL

Politik

UU Corona Mendegradasi Hak Budgeting Rakyat, Din Syamsuddin: Kita Hadapi Pengoyak Kedaulatan

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 17:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Disahkannya Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) 1/2020 menjadi UU 2/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemik Covid-19, kembali digugat oleh banyak koalisi masyarakat sipil.

Salah satu diantaranya yang tidak ingin ketinggalan menggugata ialah Koalisi Masyarakat Penegak Kedaulatan (KMPK), yang digaungi oleh Din Syamsuddin dan sejumlah aktivis senior lainnya.

Selaku Ketua Dewan Pengarah KMPK, Din Syamsuddin menjabarkan alasan riil dari sikapnya terhadap UU Corona itu. Pasalnya, sebelum aturan ini disahkan oleh DPR, dia telah menggugat Perppu 1/2020, yang berujung tandas di tengah jalan karena kelakuan Parlemen Senayan.  


Untuk itu, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini menyatakan akan kembali menggugat UU Corona dengan membawa argumentasi-argumentasi nyata dari penyimpangan konstitusional yang dilakukan pemerintah bersama rekannya DPR.

Salah satu yang Din Syasuddin gambarkan dari pelanggaran konstitusi dan kedaulatan bernegara atas pengesahan UU Corona ini adalah hak budgeting rakyat. Di mana, pemerintah menyunat kewenangan budgeting rakyat yang diamanahkan kepada DPR, lewat pembahasan Rancanangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) dalam setiap tahunnya.

"Kita ketahui DPR punya fungsi budgeting, dan dulu saya amati selalu rancangan APBN itu diajukan oleh pemerintah disertai pidato kenegaraan, dibahas bersama DPR berbulan-bulan, lahir lah UU APBN. Itulah fatsun kehidupan bernegara yang ada sejak dulu," ujar Din Syamsuddin dalam diskusi virtual bertajuk 'Menggugat UU 2/2020: Penetapan APBN Inkonstitusional, Pro Korporasi dan Berpotensi Abai Rakyat', Jumat (26/6).

Dengan menetapkan APBN sebagai UU di DPR itu, menurut Din Syamsuddin, sudah barang tentu menghargai DPR sebagai wakil rakyat. Secara tidak langsung pula turut menunjukkan bahwa rakyat memiliki hak keuangan yang diperoleh negara.

"Karena rakyat punya hak untuk budget, people's right to budget. Saya kira salah satu esensi dari demokrasi adalah people's right to budget, hak rakyat untuk budgeting," tekan Din Syamsuddin.

Namun dengan disahkannya UU Corona yang judulnya untuk penanganan Covid-19, Din Syamsuddin menilai pemerintah telah mengebiri kedaulatan politik bangsa.

"Nah ketika sekarang, dengan dalih ada kedaruratan karena covid-19 fungsi itu diambil alih oleh eksekutif, oleh pemerintah," tegas Din Syamsuddin.

"Yang kita hadapi tentu adalah lawannya dari penegakkan, lawan dari penegak. Mungkin perusak, mungkin pengoyak, mungkin pelabrak, ini yang kita hadapi sekarang ini," demikian mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) menambahkan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya