Berita

Potongan video Koordinator Lapangan Aksi bertajuk “ Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme” Edy Mulyadi saat meluruskan peristiwa pembakaran bendera PDIP/Net

Politik

Penjelasan Korlap ANAK NKRI: Tidak Ada Rencana Membakar Bendera PDIP, Disinggung Saja Tidak

JUMAT, 26 JUNI 2020 | 09:49 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Aksi pembakaran bendera PDIP saat aksi Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) berbuntut panjang. Kader banteng moncong putih kini menuntut keadilan agar aparat penegak hukum mengusut kasus itu.

Koordinator Lapangan Aksi bertajuk “ Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme” Edy Mulyadi akhirnya buka suara atas peristiwa yang terjadi tersebut.

Menurutnya, pembakaran bendera PDIP merupakan sebuah eksiden. Sebab, tidak ada rencana dari panitia aksi untuk melakukan pembakaran tersebut.


“Tidak ada rencana bakar bendera. Jangankan rencana, dibahas saja nggak. Jangankan dibahas, disinggung saja nggak. Kepikir aja juga nggak,” tegasnya dalam sebuah video yang diterima redaksi, Jumat (26/6).

Dia lantas meluruskan peristiwa di lapangan hingga saat pembakaran bendera itu terjadi.

Sekjen GNPF Ulama itu mengaku saat sedang beristirahat di bawah mobil komando mendapat bisikan dari seseorang yang muncul dari gerombolan aksi.

“Bisikin ke saya, “habis ini bakar bendera PKI”. Spontan saya jawab, emang ada benderanya? (Dijawab) ada. Yasudah kalau gitu,” urainya.

Setelah itu dia naik ke panggung dan langsung mengumumkan bahwa akan ada pembakaran bendera PKI pada aksi nanti. Massa yang mendengar kabar itu tampak bersemangat.

Hanya saja, Edy Mulyadi mengaku hanya tahu bendera yang dibawa ada dua, tapi tidak tahu bahwa bendera itu adalah bendera PKI dan PDIP.

“Kenapa PDIP ikut dibakar, saya nggak tahu, waktu dibawa ke situ ada berapa bendera, saya nggak tahu (ada PDIP),” urainya.

Hingga pada akhirnya saat kedua bendera itu dibakar, Edy Mulyadi mengaku tidak bisa menghentikan gelora peserta aksi yang bersemangat.

“Dalam suasana seperti itu masak saya bilang woi bendera PDIP jangan dibakar, nggak mungkin,” ujarnya.   

“Jadi pembakaran bendera bukan rencana kita. Kedua, bendera PDIP benar-benar eksiden, tidak ada rencana dan diduga penyusup,” demikian Edy Mulyadi.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya