Berita

Ketua Komisi III DPR, Herman Herry/Net

Politik

Herman Herry Minta Kapolri Idham Azis Usut Dalang Pembakaran Bendera PDIP

KAMIS, 25 JUNI 2020 | 11:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kapolri Jenderal Idham Azis diminta mengusut dalang aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan saat aksi penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP), di depan Gedung DPR, Jakarta, Rabu (24/6).

Aksi-aksi provokatif semacam itu mesti segera ditindak tegas dengan tidak pandang bulu dalam menjalankan tugas penegakan hukum.

Begitu ditegaskan Ketua Komisi III DPR, Herman Herry dalam keterangannya yang diterima redaksi, Kamis (25/6).


"Terhadap aksi pembakaran bendera partai di demo penolakan RUU HIP kemarin, saya mendorong Kapolri untuk segera mengusut dalang di balik aksi provakatif ini," kata Herman Herry.

Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan, siapapun berhak menyatakan pendapat dan menyampaikan aspirasi karena dilindungi UU. Hanya saja, kata dia, jika melanggar hukum dan mengganggu ketertiban harus diberi sanksi tegas. Mengingat Indonesia merupakan negara hukum.

"Saya memahami betul bahwa kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak yang dijamin konstitusi, asal tidak melanggar ketertiban umum dan UU," tegasnya.

"Maka sekali lagi saya minta Kapolri untuk segera mengusut kasus ini dan menindak tegas segala pihak yang melakukan aksi provokatif ini," demikian Herman Herry menambahkan.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebelumnya menyatakan, partainya akan menempuh jalur hukum terkait aksi pembakaran bendera partai tersebut.

Menurut Hasto, PDIP tidak akan terprovokasi dengan pembakaran bendera tersebut. Sebab, kekuatan grass-roots (akar rumput) PDIP telah dedikasikan sepenuhnya bagi kepentingan bangsa dan negara.

"Meskipun ada pihak yang sengaja memancing di air keruh, termasuk aksi provokasi dengan membakar bendera partai, kami percaya rakyat tidak akan mudah terprovokasi," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya