Berita

Aksi penolakan RUU HIP di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (24/6)/RMOLJabar

Politik

Annas: Kalau RUU HIP Tidak Dihapus, Agama Bisa Hilang

RABU, 24 JUNI 2020 | 17:09 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) hanya akan menciptakan perpecahan di Indonesia. Bahkan, bisa jadi Agama akan ikut dihapuskan.

Menurut Ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (Annas) Pusat, Athian Ali, pihaknya meminta pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan pembahasan RUU HIP. Menurutnya, jika RUU tersebut disahkan maka Pancasila akan menjadi Trisila atau Ekasila.

“Kalau RUU ini tidak dicabut, Pancasila diganti menjadi Trisila atau Ekasila, agama akan hilang. Agama betul-betul ditiadakan. Dalam Ekasila tidak ada Ketuhanan Yang Maha Esa, ini memang pekerjaan PKI karena di negeri ini tidak ada yang menghendaki perubahan Pancasila kecuali PKI,” ucap Ali, di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Rabu (24/6).


Ali mengatakan, pihaknya pun mendukung maklumat MUI untuk menghentikan dan mencari dalang di balik pembahasan RUU tersebut.

“Kita mendukung sebenarnya apa yang sudah dimaklumatkan MUI. Pertama bahwa RUU ini tidak untuk ditunda tapi segera dihentikan. Memang hak mencabut itu ada di DPR, dari pemerintah sudah menghentikan saja dan mengusulkan kepada DPR untuk segera mencabut,” kata dia.

“Kedua, kita minta untuk diusut siapa dalang di balik ini semua, karena kita yakin ini pasti orang-orang PKI,” tambahnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Dirinya pun meyakini, PKI yang menjadi dalang dari RUU HIP. Selain itu, pihaknya tidak ingin wakil rakyat di DPR dikotori orang-orang PKI.

“Saya yakin kalau ini dibiarkan dan pemerintah tidak mau mengambil sikap yang jelas, akan menyebabkan perpecahan di negeri ini. Dihentikan, dicabut. Pemerintah segera menyatakan ini untuk dihentikan dibahas,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya