Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Dikabarkan Tak Bisa Usung Cakada, Begini Penjelasan Demokrat Karawang

RABU, 24 JUNI 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kabar kurang sedap menerpa Partai Demokrat Kabupaten Karawang. Partai yang kini dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu diisukan mengalami dualisme, sehingga tidak akan mengusung calon kepala daerah (cakada). Baik gubernur, walikota, maupun bupati.

Kabar ini pun langsung ditepis Partai Demokrat Karawang. Sekretaris Bappilu Partai Demokrat Kabupaten Karawang, Wawan Ismanto menerangkan, peraturan SK Kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat sudah sah.

Bahkan sudah diakui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Laoly, dalam SK dengan nomor M.HH-10.AH.11.01 Tahun 2020 yang ditandatangani pada 19 Mei 2020.
“Jadi melihat fakta ini sangat tidak mungkin kalau Partai Demokrat tidak bisa mengusung calon kepala daerah, di bawah Kepemimpinan Ketua Umum AHY ini, dan ditandatangani, dengan masa periode 2020-2025,” terang Wawan, Rabu (24/6).

“Jadi melihat fakta ini sangat tidak mungkin kalau Partai Demokrat tidak bisa mengusung calon kepala daerah, di bawah Kepemimpinan Ketua Umum AHY ini, dan ditandatangani, dengan masa periode 2020-2025,” terang Wawan, Rabu (24/6).

Dengan dikeluarkannya SK yang diterbitkan Menkumham, terang Wawan, Partai Demokrat tidak memiliki masalah dengan kepemimpinan AHY. Dirinya juga memastikan kabar yang beredar adalah hoaks.

“Informasi yang beredar tersebut, itu tidak benar dan hoaks. Bahkan menjadi gorengan politik menjelang Pilkada pada 9 Desember 2020 tersebut,” ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Menurutnya, jelang pelaksanaan Pilkada memang akan muncul isu atau jualan politik. Akan tetapi, dirinya memastikan Partai Demokrat bisa lebih santai menyikapi isu yang beredar.

“Dan yang pasti Partai Demokrat, adalah partai yang sudah sah, baik kepengurusan maupun SK sudah ditandatangani oleh Ketua Umum,” pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya