Berita

Anggota Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas /Net

Politik

Gus Yaqut: Demonstran ANAK NKRI Sudah Update Perkembangan RUU HIP Belum?

RABU, 24 JUNI 2020 | 13:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) bisa dilanjutkan atau dihentikan sama sekali bergantung pada persetujuan bersama antara DPR dan pemerintah.

Begitu tegas anggota Fraksi PKB Yaqut Cholil Qoumas menanggapi kontroversi RUU ini. Menurutnya, sejumlah fraksi di DPR telah memberikan pernyataan keras untuk menolak pembahasn. Artinya bisa disimpulkan bahwa RUU ini tidak akan dilanjut lagi.

“Terkait dengan RUU HIP, saya kira dari sikap-sikap fraksi sudah tergambar bagaimana nasib pembahasannya,” ujar Gus Yaqut kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (24/6).


Ketua Umum GP Ansor ini lantas meyakini DPR akan mendengarkan aspirasi rakyat, terutama organisasi kemasyarakatan (ormas) besar di Indonesia dalam memutuskan nasib RUU HIP.

“Saya melihat ada kemauan kuat dari fraksi-fraksi yang ada DPR untuk mengkaji lebih dalam dan mendengarkan pendapat publik sebagaimana yang sudah disuarakan NU, Muhammadiyah, MUI dan ormas-ormas besar lainnya,” paparnya.

Sementara mengenai aksi yang tengah digelar Aliansi Nasional Anti Komunisme (ANAK) NKRI di depan gedung DPR, Gus Yaqut mengaku tidak tahu menahu.

Dia mengaku tidak paham secara detail maksud dari aksi yang digalang sejumlah ormas Islam, seperti GNPF Ulama, PA 212, dan FPI itu. Gus Yaqut juga mempertanyakan apakah demonstran paham mengenai perkembangan RUU HIP saat ini.

“Saya tidak tahu, apakah yang demo hari ini tidak mengupdate perkembangan atau ada agenda lain di balik itu?” ujarnya.

“Dalam setiap diskursus ideologi itu, yang tidak dikatakan seringkali jauh lebih penting dari yang diucapkan,” demikian Gus Yaqut.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya