Berita

Gerhana matahari cincin/Net

Politik

Tiga Fenomena Alam Terjadi Di Ulang Tahun Jokowi, Begini Tafsir Spritual Kenegaraannya

SELASA, 23 JUNI 2020 | 17:01 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Fenomena alam terjadi secara berbarengan pada akhir pekan lalu. Mulai dari gerhana matahari cincin, Gunung Merapi yang erupsi dua kali dalam sehari, hingga gempa yang terjadi di selatan Pacitan, Jawa Timur.

Semakin unik lantaran fenomena alam itu terjadi bebarengan dengan hari ulang tahun Presiden Joko Widodo yang juga hari wafatnya Presiden pertama RI Soekarno, 21 Juni.

Atas alasan itu, ahli filsafat spiritual kepemimpinan, Sri Eka Sapta Wijaya Galgendu menerawang makna dari fenomena tersebut.


Penerawangan dilakukan berdasar spiritual kenegaraan. Artinya jiwa dan kekuatan serta semangat yang terbangun dari dasar nilai kebesaran dan keagungan Tuhan menjadi fokus penilaian dan pengkajian, yang kemudian dihadapkan pada suatu permasalahan negara.

“Para pemimpin negara dan kita semua yang dekat dengan Tuhan pada umumnya akan diberi tanda- tanda bila akan terjadi sesuatu,” tegasnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/6).

“Tuhan telah menunjukkan kebesaran dengan tanda-tanda alam. Karena di hari yang sama terjadi gerhana, gempa bumi di Pacitan Jawa Timur, dan Gunung Merapi di Yogyakarta meletus,” sambungnya.

Gerhana matahari cincin, sambungnya, merupakan fenomena di mana bulan tidak cukup besar untuk menutupi seluruh matahari dan kemudian terlihat matahari seperti cincin yang melingkar di bulan.

Kejadian yang berbarengan dengan hari kelahiran Presiden Joko Widodo itu dalam spiritual kenegaraan bisa dimaknai sebagai waktu peringatan.

Diuraikan Sri Eka Sapta Wijaya Galgendu, andai matahari dimaknai sebagai Presiden Joko Widodo, bulan diartikan para pejabat dan pembantu presiden, dan bumi adalah rakyat Indonesia, maka bisa digambarkan bahwa cahaya kehidupan matahari atau presiden tidak dapat sepenuhnya dirasakan oleh bumi atau rakyat.

“Karena cahaya kehidupan (presiden) terhalang oleh bulan (para pejabat dan pembantu presiden),” terangnya.

Atas alasan itu, bumi kemudian bergetar atau terjadi gempa bumi. Ini artinya, kehidupan rakyat gonjang-ganjing dan mengakibatkan ledakan kemarahan yang digambarkan dengan Gunung Merapi meletus.

Sri Eka Sapta Wijaya Galgendu berharap Presiden Joko Widodo bisa menangkap pesan ini dan kebijakannya tidak lagi terhalang oleh para pejabat dan para pembantunya .

“Tapi jika berlangsung terus menerus akan terjadi gonjang ganjing di rakyat Indonesia dan bisa kemudian rakyat meluapkan kemarahan,” tegasnya.

“Jangan jadikan matahari terhalang bulan. Kita sudah diberi waktu peringatan. Semoga semua bisa eling lan waspada,” demikian Sri Eka Sapta Wijaya Galgendu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya