Berita

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya/RMOL

Presisi

Pemilik Dan Pembawa Senpi Kelompok John Kei Masih Diburu

SELASA, 23 JUNI 2020 | 15:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pembawa sekaligus pemilik senjata api yang digunakan saat aksi kekerasan di kediaman Nus Kei di perumahan Green Like City, Cluster Australia, Cipondoh, Kota Tengerang masih terus diburu polisi.

“Pemilik dan pemegang senjata itu sekarang lagi dilakukan pengejaran,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Selasa (23/6).

Untuk itu, kata Yusri pihaknya belum bisa menyampaikan jenis senjata api yang dibawa oleh kelompok John Kei, termasuk asal usul senjata kenapa bisa sampai dikuasai oleh sipil.


Namun begitu, Yusri menyebut senjata api yang dibawa saat kelompok John Kei menyerbu kediaman Nus Kei hanya satu pucuk.

“Senpinya satu pada saat dilakukan penembakan di luar dari Perumahan Green Lake pada saat itu ya, yang sempat 7 kali tembakan dan ini menurut saksi yang kita periksa,” jelas Yusri.

Usai menyerang kediaman Nus Kei, pelaku sempat melepaskan tujuh kali tembakan dan mengenai jempol kaki salah satu driver ojek online yang berada di lokasi. Saat ini pun telah dilakukan operasi pengangkatan proyektil peluru yang bersarang di kaki driver ojek online tersebut.

“Operasi berhasil dan sekarang masih dirawat di RS Tangerang,” pungkas Yusri.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana sebelumnya menyampaikan, aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok John Kei pada Minggu (21/6) didasari oleh pembagian hasil jual tanah yang tidak merata.

“Adannya ketidakpuasan pembaagian uang hasil penjualan tanah, tetapi dengan dilandasi tidak adanya penyelesaian mereka akhirnya saling mengancam melalui HP, intinya John Kei merasa dikhianati soal pembagian uang,” kata Nana.

Dari hasil pemeriksaan HP milik pelaku yang diamankan, kata Nana, John Kei memberi perintah kepada anak buahnya untuk melakukan kekerasan sehingga berujung kepada tewasnya satu orang akibat dikeroyok menggunakan senjata tajam di Jalan Raya Kresek, Duri Kosambi.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya