Berita

Joko Widodo dan Prabowo Subianto/Net

Politik

Tri Sasono: Ingat, Partai Gerindra Dibesarkan Kaum Pekerja

SELASA, 23 JUNI 2020 | 12:40 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Kisruh di tubuh Partai Gerindra terkait keinginan segelintir politisi partai besutan Prabowo Subianto itu menggusur Arief Poyuono dari kursi Wakil Ketua Umum memasuki babak baru.

Kini giliran Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu buka suara.

FSP BUMN Bersatu merasa perlu bersuara karena pernyataan Arief Poyuono yang mengatakan bahwa isu kebangkitan komunisme dan PKI diciptakan oleh kelompok kadrun disampaikannya dalam kapasitas sebagai pemimpin organisasi itu.


Juga, pernyataan itu disampaikan di kantor FSP BUMN Bersatu di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.

“Kami buat wawancara Pak Arief di kantor kami di Kantor FSP BUMN Bersatu. Tidak ada urusannya dengan Gerindra. Pak Arief mendapat amanah dari kami kaum pekerja untuk membentengi Pak Joko Widodo jika ada yang ingin memakzulkan beliau,” ujar Sekjen FSP BUMN Bersatu, Tri Sasono, dalam perbincangan dengan redaksi Kantor Berita Politik RMOL.

“Ingat, kami yang membesarkan Gerindra, kaum buruh. Jadi jangan coba-coba dengan kami,” ujar Tri Sasono geram.

Tri Sasono juga mengingatkan, bahwa Prabowo Subianto adalah bagian dari pemerintahan Joko Widodo. Dengan demikian manuver Partai Gerindra harus sejalan dengan kebijakan umum pemerintah.

“Kami merasa wajib membentengi Jokowi dari para pengacau negara yang suka bikin isu PKI bangkit,” kata dia lagi.

Tri Sasono juga meminta Arief Poyuono tidak melayani gertakan segelintir politisi di Gerindra yang ingin menggelar Majelis Kehormatan. 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya