Berita

Jumpa pers ANAK NKRI/Net

Politik

ANAK NKRI Desak MPR Berhentikan Jokowi Jika Beri Peluang Ubah Pancasila

SELASA, 23 JUNI 2020 | 11:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI yang merupakan gabungan dari berbagai organisasi masyarakat (ormas) Islam menyampaikan sikap penolakan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP).

Pernyataan sikap ini disampaikan oleh Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-Ulama), Ustaz Yusuf Muhammad Martak yang juga dihadiri beberapa ormas Islam lainnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat pada Senin (22/6) kemarin.

“Kami yang bergabung dalam Aliansi Anti Komunis menyatakan. Satu, menolak RUU HIP dan mendesak pimpinan dan seluruh fraksi-fraksi di DPR RI menghentikan pembahasannya menjadi UU serta mendesak pimpinan DPR RI mengeluarkan RUU HIP dari prolegnas," ucap Yusuf Martak.


Kedua, ANAK NKRI menyatakan mendukung penuh dan siap mengawal maklumat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan MUI Provinsi se-Indonesia yang menolak RUU HIP.

"Tiga, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas inisiator dan konseptor RUU HIP serta memproses secara hukum pidana pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan Trisila dan Ekasila," lanjut Yusuf.

Selanjutnya, mendesak aparat penegak hukum untuk menegakkan dan melaksanakan Pasal 107 a-e UU 27/1999 tentang KUHP.

Kemudian, mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memeriksa dan memutuskan permohonan pembubaran partai politik dan sekaligus membatalkan ketentuan hanya pemerintah yang boleh membatalkan partai politik yang menjadi inisiator, konseptor RUU HIP sesuai dengan Pasal 40 dan Pasal 41 UU 2/2007 tentang Partai Politik Juncto UU 2/2011.

"Karena terbukti melakukan kegiatan yang bertentangan dengan UUD 1945 dan Peraturan Perundang-Undangan dan atau melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan dan keselamatan NKRI," tegas Yusuf.

Selanjutnya, mendesak DPR RI mendorong MK dan MPR untuk segera menggelar sidang istimewa untuk memberhentikan Presiden Joko Widodo jika tetap melanjutkan pembahasan RUU tersebut.

"Memberhentikan Presiden Joko Widodo apabila beri peluang atau akan mengubah Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila serta membangun kerjasama dengan Partai Komunis China," jelasnya.

Ketujuh, ANAK NKRI menyatakan menolak kriminalisasi dan perlakuan yang dianggap tidak adil oleh aparat penegak hukum dengan menggunakan UU ITE terhadap ulama, tokoh masyarakat yang berseberangan dan menyampaikan saran serta kritik terhadap penguasa.

"Menyerukan para tokoh agama, tokoh masyarakat, aktivis yang setia pada NKRI dan seluruh elemen masyarakat untuk mewaspadai dan melawan gerakan Komunis gaya baru yang berusaha bangkit baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun melalui jalur kekuasaan," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya