Berita

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussamad/Net

Politik

Pemerintah Optimistis Ekonomi Tumbuh 1 Persen Tahun Ini, Kamrussamad: Dasarnya Apa?

SELASA, 23 JUNI 2020 | 09:17 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keyakinan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal berada di angka 1 persen pada tahun ini dipertanyakan publik. Bahkan ada yang meragukan proyeksi Menkeu tersebut.

Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussamad, adalah salah satu yang meragukan prediksi Sri Mulyani tersebut. Pasalnya, tidak ada lembaga ekonomi internasional yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal berada di angka 1 persen pada tahun ini.

“Lima lembaga Internasional tidak ada yang memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 1 persen tahun 2020 ini, yang tertinggi hanya 0,5 persen. Apa yang mendasari proyeksi Pemerintah bahwa ekonomi masih bisa tumbuh positif setidaknya 1 pesen pada 2020? Kami mendesak tim ekonomi Pemerintah untuk jujur, agar publik bisa percaya bahwa arah kebijakan sudah tepat,” kata Kamrussamad kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (23/6).


Dia menyarankan pemerintah untuk menyiapkan skenario terbaru guna mengantisipasi jika pertumbuhan ekonomi tahun ini sampai minus 3,9 persen. Sehingga target pertumbuhan ekonomi 2021 lebih realistis.

Politikus Partai Gerindra ini juga menyoroti berbagai risiko yang membayangi outlook ekonomi 2020 dan proyeksi 2021. Terdapat faktor global seperti geopolitik AS vs Cina yang merupakan masalah eksternal yang susah diintervensi.

“Namun faktor second wave Covid-19, sangat berkaitan dengan kemampuan Pemerintah Indonesia menangani wabah. Hingga saat ini belum terlihat dari skenario Pemerintah persiapan jika gelombang kedua datang. Hal ini yang mengherankan dari tim ekonomi Pemerintah, yang terkesan percaya diri dengan satu skenario saja,” tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya