Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bambang Istianto: Tanpa Komitmen Kuat Penegak Hukum, Reformasi Birokrasi Jadi Percuma

SENIN, 22 JUNI 2020 | 09:22 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perkara hukum di bawah kendali pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua kali ini menuai beragam polemik. Utamanya terkait penangan kasus korupsi yang dikerjakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Belakangan, presiden memerintahkan lembaga antirasuah untuk mengawasi implementasi anggaran pemulihan ekonomi dan penanganan virus corona baru atau Covid-19.

Pasalnya, nilai yang cukup fantastis dipersiapkan pemerintah untuk hal itu, yakni sebesar Rp 677,2 triliun.


Maka wajar jika Jokowi mewanti-wanti penggunaan anggaran itu tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Namun Direktur Eksekutif Center of Public Policy Studies (CPPS) Bambang Istianto menilai, perilaku korupsi yang kerap dilakukan oleh aparatur birokrasi sulit dihapus dari persepsi publik. Sehingga, menurutnya, tidak cukup hanya KPK yang bisa memberantasnya.

"Apalagi dengan kebijakan pemerintah melalui UU 2/2020 (UU Corona), yang dinilai memberikan kekebalan hukum, dan menjadikan banyak kalangan kian skeptis," ujar Bambang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (22/6).

Bahkan, dosen pascasarjana UPN Veteran Jakarta ini melihat publik berharap banyak kepada alokasi anggaran sebesar itu bisa mendongkrak kegiatan ekonomi pada masa new normal dan pasca pendemik Covid-19. Utamanya di sektor UMKM.

"UMKM mampu menopang jutaan masyarakat korban PHK, pengangguran maupun pra kerja," tuturnya.

Secara etik dan normatif, Bambang menjelaskan, tatakelola pemerintahan yang transparan, akuntabel dan good governance memang menjamin penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan anggaran.

Namun jika aparatur penegak hukum tidak memiliki komitmen dan konsistensi yang kuat, maka menurutnya upaya reformasi birokrasi tersebut akan sia sia. Bahkan tidak mustahil persepsi publik seringkali menganggap kasus korupsi akan menguap atau tidak ada tindak lanjutnya, setelah dilakukan deal dengan penegak hukum.

"Pada proses ini bukan rahasia umum terjadi deal deal antara anggota DPR dengan aparatur birokrasi yang dapat memberi celah penyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan anggaran," ungkap Bambang.

"Sehingga dalam tahap implementasi, aparatur birokrasi lemah menghadapi tekanan  sesuai deal tersebut, sehingga kebocoran anggaran sulit dihindari," sambungnya.

Karena itu, Bambang berkesimpulan bahwa penegakkan hukum korupsi tidak bisa mengandalkan para aparatur birokrasi yang dituntut berintegritas, meskipun telah menandatangani pakta integritas.

"Harapan publik hanya kepada segenap elemen masyarakat yang tegabung dalam ormas, LSM dan penggiat antirasuah sebagai kontrol sosial secara all out melakukan pengawasan terhadap perilaku pejabat publik, diawasi dengan ketat," demikian Bambang Istianto menambahkan. 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya