Berita

Tangkapan layar saat penerobos Mako Brimob Polda Sultra dibekuk/Net

Presisi

Penerobos Mako Brimob Polda Sultra Diduga Alami Ganguan Jiwa

MINGGU, 21 JUNI 2020 | 13:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Seorang pria yang memaksa masuk dengan berteriak kalimat takbir ke Markas Komando (Mako) Satuan Brimob Polda Sultra diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Kepala Bidang Humas (Kabid Humas) Polda Sultra, AKBP Ferry Walintukan mengatakan, saat ini Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra masih melakukan pemeriksaan pada orang tersebut.

"Saat ini ditangani Krimum," ucap AKBP Ferry Walintukan kepada wartawan, Minggu (21/6).


Pria tersebut diketahui bernama Salman kelahiran Bone pada 24 Agustus 1979 dan bertempat tinggal di Desa Pudahoa, Kelurahan Pudahoa, Kecamatan Mowila, Kabupaten Konsel, Sultra.

Salman memaksa masuk ke Mako Brimob Polda Sultra menggunakan sepeda motor dan mengikuti sebuah kendaraan yang hendak masuk. Saat dicegat petugas jaga, Salman langsung turun dan memaksa masuk dengan berteriak kalimat takbir.

Pada saat itu, petugas berusaha menghentikan Salman dengan cara memberikan tembakan peringatan ke arah udara. Bukannya berhenti, Salman malah mengejar petugas hingga jarak yang lumayan jauh dari gerbang masuk.

Akhirnya, Salman berhasil dibekuk petugas dari arah belakang dan langsung diamankan. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (20/6) kemarin pukul 16.20 WITA dan berhasil diamankan pada pukul 16.30 WITA.

Saat berhasil diamankan, polisi pun mengamankan beberapa barang bukti. Di antaranya, helm, sepatu, payung, tiga unit handphone, tas, jam tangan, sorban warna cokelat, peci, masker, uang kertas Rp 2 ribu, uang kertas senilai 1 Ringgit Malaysia, korek api, sikat gigi, kayu siwak, paku, parfum, kartu kontrol Dinkes Puskesmas Mowila, kunci sepeda motor, dan dua buah KTP elektronik.

Kemudian, SIM C, kartu listrik, kartu ATM BRI, bensin 1 liter dalam botol air mineral, sepeda motor merek Supra X 125CC, rokok, satu rol kabel listrik, sendal, flashdisk, kawat spul dinamo, obeng, busi motor, dan senjata pukul rakitan terbuat dari besi.

Selanjutnya, polisi telah meminta keterangan keluarga dan aparat desa tempat tinggal Salman. Didapati bahwa, Salman pernah dirantai selama satu tahun pada 2009 karena sering menyerang orang lain. Hal itu berdasarkan keterangan dari saudara angkat Salman bernama Dahlan.

Sedangkan keterangan dari kepala desa, Salman disebut sempat menyerang rumah Kepala Desa Pudahoa, Konsel, Sultra pada Jumat (19/6) malam karena disebut tidak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Salman pun diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah berobat di RS Jiwa Provinsi Sultra dengan nomor pasien 06.66.97.

"Jika positif yang bersangkutan kurang waras akan dibawa ke RS jiwa," pungkas AKBP Ferry.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya