Berita

Prosesi penyerahan surat rekomendasi PKB ke pasangan OK/RMOLJatim

Politik

Dukungan Makin Kuat, Pasangan OK Dapat Rekomendasi PKB Maju Di Pilkada Ngawi 2020

JUMAT, 19 JUNI 2020 | 08:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Terjawab sudah sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Pilkada Ngawi 2020. PKB akhirnya menjatuhkan pilihan dengan memberikan rekomendasi ke pasangan Ony Anwar–Dwi Rianto Jatmiko/Antok (OK).

“Jadi mulai saat ini PKB resmi mengusung pasangan OK dengan keluarnya surat rekomendasi. Surat tersebut sudah kami serahkan melalui kurir dari DPP PKB,” terang Ketua DPC PKB Ngawi, Khoirul Anam Mu’min atau Gus Anam, Kamis (18/6).

Lanjut Gus Anam, rekomendasi bagi pasangan OK secara otomatis menjawab polemik yang selama ini muncul di internal partainya. Termasuk di tengah masyarakat Ngawi sendiri. Apalagi sebelumnya PKB dikaitkan dengan bakal calon di luar OK setelah membuka penjaringan secara terbuka.


Rekomendasi ke pasangan OK, jelas Gus Anam, bukan dadakan. Melainkan melalui proses komunikasi politik yang panjang. Pasangan OK diketahui telah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPP PKB yang digelar pada 6 Maret 2020.

“Intinya, semua DPP pasti berkomunikasi. Dan ketika tidak direkom dari partai lain tentunya PKB juga tidak merekom. Dan mandat itu diberikan ke pasangan OK karena sudah jelas dan memiliki peluang besar untuk menang sesuai hasil survei partai,” jelasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Sejak awal Gus Anam mengamini peluang besar untuk mendapatkan rekomendasi hanya pasangan OK. Hal itu dilihat dari real politiknya. Mengingat, saat uji kelayakan yang sudah berpasangan hanya OK, lainya belum.

Apalagi PDIP sudah memiliki 20 kursi dari 45 kursi di DPRD Ngawi. Tanpa mendapat restu dari PKB pun pasangan OK tetap bisa melenggang bebas maju ke Pilkada Ngawi.

“Bicara pasangan OK ini sudahlah, memang lebih afdolnya PDIP harus berkoalisi dengan partai lain, termasuk PKB dengan empat kursi,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya