Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Wacana Mata Pelajaran Agama Digabung Dengan PKn, Komisi X: Ide itu Sangat Tidak Kontekstual

JUMAT, 19 JUNI 2020 | 06:21 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Munculnya wacana menggabungkan mata pelajaran agama dengan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) menjadi diskusi yang serius di kalangan guru dan beberapa pihak. Anggota Komisi X DPR RI Zainuddin Maliki menilai wacana itu sangat tidak kontekstual, bahkan cenderung ahistoris.

Wacana itu dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang penyederhanaan Kurikulum 2013 (K-13) baru-baru ini.

“Kalau ada ide seperti itu, ya tentu tidak kontekstual dan ahistoris. Artinya, pemikiran seperti itu tidak memiliki akar budaya dan akar kehidupan bangsa Indonesia yang religius,” ujar  Zainuddin, dalam keterangan tertulisnya, mengutip situs resmi DPR, Kamis (18/7).


Zainuddin menyayangkan apabila rencana penggabungan mata pelajaran itu dipengaruhi oleh isi kurikulum yang mengurani jam pelajaran agama.

Padahal, para pendiri Bangsa Indonesia merumuskan Pancasila dan menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa pada sila pertama, karena berangkat dari peta dan akar budaya bangsa Indonesia yang religius.

“Memang ada negara-negara barat yang menjadikan agama tidak sebagai mata pelajaran, tetapi itu kan akar budayanya berbeda dengan yang dimiliki bangsa Indonesia,” tegas Zainuddin.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) mengacu konsep siswa mendapatkan pelajaran agama sesuai dengan agamanya masing-masing.

“Misalnya, di Madrasah ada anak Katolik, tetap harus dijarkan agama Katolik walaupun dia hanya sendiri. Begitu juga sebaliknya, kalau ada orang Islam sekolah di sekolah Katolik, maka harus mengajarkan agama Islam untuk siswa tersebut,” tegas Zainuddin.

Zainuddin mencontohkan sekolah-sekolah di Inggris menempatkan agama secara khusus sebagai mata pelajaran. Mestinya, Indonesia yang mempunyai akar budaya bangsa yang religius, dapat menempatkan pelajaran agama dalam porsi yang proporsional di dalam kurikulum sekolah.

“Karena gagasan ini belum digulirkan dan konsepnya belum menjadi konsumsi publik, saya kira jangan ada pemikiran kurikulum itu disusun tidak berangkat dari akar budaya bangsa yang religius,” ungkap politisi PAN ini.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Rechta Institute: Muktamar NU Bersih Dari Politik Uang dan Balas Budi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:16

Ucapan Budi Arie Soal Percepatan Pemilu 2029 Tak Bisa Dimaafkan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:02

Nasaruddin Umar Pilih Jadi Menag Ketimbang Maju Ketum PBNU

Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:01

PLN Siap Serap Listrik dari PSEL Bekasi, Capai 223.584 MWh per Tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:51

Muktamar NU Turut Bahas RUU Perampasan Aset

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:40

Polisi Sebut Kelompok Perusuh Rusak Fasilitas Umum Usai Demo di Gedung DPR/MPR

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:34

Polda Metro Pastikan Aktivitas Warga Tetap Berjalan Pascademonstrasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:26

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Percepat Swasembada Energi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:11

Emas Antam Turun Lagi, Termurah Rp1,4 Juta

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:57

Legislator Aceh soal Blok Andaman: Rujukannya Harus Pasal 33 UUD 1945

Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:40

Selengkapnya