Berita

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Sriwijaya Palembang, Dr MH Thamrin MSi/RMOLSumsel

Politik

Kota Palembang Berulang Tahun, Pengamat: Warga Masih Bergulat Dengan Banjir Dan Macet

KAMIS, 18 JUNI 2020 | 13:14 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kota Palembang baru saja merayakan hari ulang tahun (HUT) yang ke- 1.337. Namun dengan umur yang sudah sangat tua, kota ini masih menyisakan sejumlah persoalan perkotaan.

Hal ini disampaikan pengamat kebijakan publik dari Universitas Sriwijaya Palembang, Dr MH Thamrin MSi, kepada Kantor Berita RMOLSumsel.

Thamrin mengatakan, hingga kini warga Palembang masih ‘bergulat’ dengan persoalan banjir dan kemacetan jalan.


“Pertama, selamat ulang tahun kota Palembang yang ke-1.337. Usia yang tidak muda dan cukup panjang. Banyak yang telah dilakukan oleh pemerintah kota Palembang dan berbagai pencapaian yang dibuktikan dengan beberapa penghargaan yang diterima kota ini tak kurang dari 10 penghargaan sejak 2018-2019 yang dapat dilihat di situs resmi halo palembang. Mulai dari role model pelayanan publik, kota dengan pelayanan rumah sakit ibu dan anak terbaik, sampai dengan peringkat 2 terbaik nasional untuk perencanaan pembangunan daerah,” ujar Thamrin, Kamis (18/6).

Lebih lanjut, dia mengatakan, di samping berbagai prestasi tersebut, satu hal yang perlu diingat juga bahwa suatu kota yang baik itu pada akhirnya terpulang pada perasaan warganya terhadap kotanya sendiri.

“Apakah kota ini telah menjadi kota yang nyaman untuk dihuni, kota yang fungsional. Artinya tata guna ruangnya berfungsi optimal, sirkulasinya baik termasuk infrastruktur dan kemudahan mobilitas warganya. Utilitas publiknya seperti air minum, drainase, dan pengelolaan limbah juga baik, pelayanan perkotaan lainnya juga berfungsi dengan baik. Pun ramah terhadap kegiatan usaha dan melibatkan warga dalam setiap pengambilan keputusan penting terhadap kota itu sendiri,” katanya.

“Mungkin tidak perlu kita kupas satu per satu, tapi secara fair harus kita katakan bahwa sampai hari ini warga kota ini masih terus bergulat dengan persoalan mudahnya banjir di waktu hujan turun yang memperlihatkan jeleknya sistem drainase,” imbuh Thamrin.

Selain itu, persoalan kemacetan di ruas-ruas jalan utama kota masih sering dijumpai.

“Secara sosial, upaya untuk membangun kohesi sosial di antara para warganya masih terkesan belum terintegrasi. Ruang-ruang dialog publik yang harusnya tersebar cenderung tidak termanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Meski begitu, upaya Pemkot dengan menggerakkan gotong royong masyarakat untuk membersihkan sungai dan drainase dengan walikota dan pejabat pejabat lainnya dengan turun langsung harus diapresiasi. Karena terdapat niat dan upaya yang mulia. Juga gerakan shalat Subuh yang sudah berjalan bertahun-tahun tidaklah dapat diabaikan begitu saja.

Di sisi lain, apa yang telah dilakukan oleh wakil walikota dengan menunjukkan kepeduliaannya pada masyarakat yang membutuhkan bantuan sering terlihat pada media-media sosial harus di apresiasi. Termasuk sekda yang memperlihatkan kesan gesit dan responsif terhadap keluhan masyarakat juga harus diapresiasi.

“Ringkasnya, secara kelembagaan kota ini dipimpin oleh pemerintah kota yang banyak mendapat penghargaan, juga dipimpin oleh para pemimpin yang punya niat baik, peduli, gesit dan responsif. Seharusnya dengan kombinasi kelembagaan dan individu yang baik tersebut sudah cukup mampu membangun kota ini lebih dari yang kita jumpai hari ini,” beber Thamrin.

“Jika hari ini masih kita jumpai berbagai kekurangan, tampaknya ini memperlihatkan adanya orkestrasi yang belum harmonis di antara para pimpinan dan kelembagaaan yang dipimpinnyanya. Walaupun telah memperoleh penghargaan sebagai role model pelayanan, tapi tampaknya kita masih harus meningkatkan level pelayanan,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya