Berita

Pengamat politik Faisal Riza menilai internal Partai Demokrat memiliki masalah/RMOLSumut

Politik

Demokrat Dukung Akhyar Nasution, Pengamat: Ada Masalah Di Internal Partai

RABU, 17 JUNI 2020 | 15:07 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Rekomendasi yang diberikan Partai Demokrat kepada Akhyar Nasution untuk maju dalam Pilkada Kota Medan 2020 mendatang menunjukkan masalah di internal partai.

Sebab, selain Akhyar bukan kader partai, informasi tersebut tidak muncul dari pernyataan resmi Partai Demokrat. Akan tetapi melalui pemberitaan di sejumlah media.

Menurut pengamat politik Faisal Riza, dukungan tersebut seolah membuka informasi ke publik bahwa internal Partai Demokrat memiliki masalah.


“Dalam hal partai, seperti tidak mencalonkan kadernya sendiri, itu disebabkan pengkaderan macet dan partai mengambil jalan pintas dalam kontestasi ini,” katanya, Rabu (17/6), dikutip Kantor Berita RMOLSumut.

Selain itu, berdasarkan informasi yang beredar, terdapat petinggi Partai Demokrat baik di tingkat Medan maupun Sumut yang mengetahui kabar dukungan untuk Akhyar melalui pemberitaan di media, bukan dari partai secara resmi.

“Bahwa internal partai banyak tidak tahu dengan dinamika keputusan partai itu disebabkan problem menejemen organisasi,” jelas akademisi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN-SU) ini.

Sebelumnya, Plt Ketua Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnaen, mengakui partainya telah memberi rekomendasi kepada Akhyar Nasution untuk maju dalam Pilkada Kota Medan 2020.

Dengan rekomendasi tersebut, Partai Demokrat saat ini menjadi pendukung utama Akhyar. Sebab belum ada partai lain yang berkoalisi untuk memenuhi syarat dukungan partai bagi Akhyar agar dapat mengikuti kontestasi.

“Kita berikan surat rekomendasi kepada beliau (Akhyar) untuk maju. Karena Demokrat juga belum cukup, kursi kita 4. Dia harus mencari partai lainnya, misalnya PKS, PAN, atau yang lainnya lah, yang menurutnya bisa bersama dengan dia, termasuk wakilnya, kita serahkan sama beliau,” katanya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya