Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan/Net

Politik

Nasir Djamil Berharap Menko Luhut Berubah Pikiran Dan Mau Berdebat Dengan Rizal Ramli

RABU, 17 JUNI 2020 | 09:48 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Penolakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk berdebat dengan ekonom senior DR. Rizal Ramli mengenai masalah utang disesalkan publik.

Terlebih, tantangan ini mulanya dilontarkan oleh Luhut Pandjaitan, sementara kapasitas Rizal Ramli sebatas menyanggupi tantangan.

Salah satu yang menyesalkan penolakan Luhut Pandjaitan adalah anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Muhammad Nasir Djamil.


Menurutnya, Menko Luhut memang berhak menolak debat yang akan dipromotori Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM). Namun ada konsekuensi di balik penolakan itu.

“Seperti munculnya tanda tanya publik, kenapa kemudian debat ini ditolak,” ujar Nasir kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/6).

Hal ini lantaran kebijakan utang negara yang dilakukan pemerintah memang dianggap oleh mayoritas publik kurang tepat. Sehingga seharusnya debat menjadi wadah bagi Menko Luhut untuk memberi penjelasan secara mendetail.

Keinginan Menko Luhut yang sebatas ingin berdiskusi dengan Rizal Ramli juga dirasa kurang tepat. Pasalnya, publik ingin ada sajian debat yang mempertontonkan narasi melawan narasi.

Selain itu, debat yang dipilih Rizal Ramli untuk menjawab tantangan Luhut juga merupakan hal yang positif. Ada pelajaran bahwa kritik bisa disampaikan secara baik melalui forum yang berpendidikan dan mencerdaskan bangsa.

“Jadi kita sayangkan saja penolakan itu, mudah-mudahan Pak Luhut berubah pikiran dan mau menerima undangan berdebat dengan Pak RR. Ini bukan soal kuat atau lemah menang atau kalah ini pembelajaran sebenarnya,” katanya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya