Berita

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman/Net

Politik

Serangan Buzzer Pada Bintang Emon Bukti Pemerintah Anti Kritik

RABU, 17 JUNI 2020 | 08:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komedian Bintang Emon diserang sejumlah buzzer usai mengkritik keras vonis hakim atas penyiram air keras ke wajah mantan penyidik KPK Novel Baswedan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Demokrat Benny Kabur Harman menduga serangan akun anonim pada Bintang Emon merupakan bentukan pemerintah untuk membungkam para pengkritik.

“Kita punya akun-akun anonim, akun-akun hantu, akun-akun buzzers yang diduga dibikin dan dibiayai pemerintahan Jokowi untuk mengadang pengkritiknya,” tegas Benny kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (16/6).


Politisi asal NTT ini mengatakan, pemerintah tidak suka pengkritiknya liar mengenai kasus Novel Baswedan, sehingga melakukan sejumlah upaya untuk membungkam. Salah satunya dengan menghidupkan akun anonim untuk menyerang Bintang Emon.

“Pemerintah anti kritik, menutup diri, hanya menerima informasi yang memuji dan menolak yang mengkritik. Bagi saya ini bukti rezim Jokowi anti kritik, anti demokrasi, otoriter, dan tidak ingin denger suara rakyat!” katanya.

Menurutnya, sikap tersebut merupakan bentuk tidak menghargai kebebasan berpendapat di muka umum.

“Padahal itu cara rakyat mengoreksi pemimpinnya, cara rakyat ikut partisipasi dalam pembangunan,” tandasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya