Berita

Menko Luhut memberikan kuliah umum secara daring

Politik

Bicara Pengalaman Di Hadapan Calon Polisi, Menko Luhut: Kerjakan Dengan Teamwork, Kalau Tidak Nanti Pintar Sendiri

SENIN, 15 JUNI 2020 | 22:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Persoalan virus Covid-19 yang menjangkit Tanah Air menjadi pembahasan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi pembicara pada kuliah umum di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Sekolah Polri.

Mengawali Kuliah Umum atau Ceramah pagi tadi, Menko Luhut berbagi kisah tentang pengalamannya menjadi seorang pemimpin baik sebagai angkatan dulu hingga kini menjabat menjadi seorang menteri.

“Pada ujungnya, apapun yang kamu kerjakan itu teamwork. Kau tidak bisa pintar sendiri, tapi bagaimana kamu mengorganisir suatu organisasi itu sehingga bisa betul-betul mencapai daya guna. Setiap orang memiliki blueprint hidup,” ujar Menko Luhut yang disampaikan secara daring di Kantor Kemenko Marves, Senin (15/6).


Lebih lanjut, Menko Luhut memaparkan terdapat empat penyakit menular baru di dunia pada 16 tahun terakhir ini. Salah satunya adalah Covid-19, yang berdampak pada perlambatan ekonomi global.

“Kita melihat ada dua pararel, yaitu dampak ekonomi dan juga dampak dari virus Covid-19. Dalam proses pengambilan keputusan harus tepat. Seperti yang diajarkan komandan saya dulu, kuncinya check, recheck and check again. Itu dapat menghindar kemungkinan-kemungkinan untuk buat salah,” ujarnya.

Terkait upaya pemerintah dalam menangani ini dampak ekonomi akibat wabah pandemik Covid-19, Menko Luhut menyebutkan bahwa pemerintah sudah menyiapkan total sekitar Rp 686,2 triliun yang terbagi dalam bidang kesehatan, perlindungan sosial, insentif usaha, UMKM, pembiayaan korporasi serta sektoral dan Pemda.

“Sebenarnya, kalau kita tarik pada dampak positifnya, kita sekarang melakukan reformasi di semua bidang," tandasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya