Berita

Kepolisian Jerman/Net

Dunia

Politisi: Soal Rasisme Jangan Samakan AS Dengan Jerman

JUMAT, 12 JUNI 2020 | 16:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bergejolaknya protes anti rasisme di Amerika Serikat (AS) membuat Kementerian Kehakiman dan Dalam Negeri Jerman memulai penyelidikan pelanggaran ras di kepolisian Jerman yang disebut ‘profiling rasial’. Pejabat lain memperingatkan agar tidak menyamakan Jerman dan AS.

Istilah ini menunjukkan penggunaan ras atau etnis sebagai alasan untuk mencurigai seseorang melakukan pelanggaran. Biasanya ini dilakukan oleh lembaga penegak hukum.

Seorang juru bicara mengatakan bahwa saat ini studi tersebut masih dalam tahap konseptual.


“Kementerian Kehakiman Jerman berpandangan bahwa studi tentang profil rasial… adalah sebuah langkah penting untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang fenomena yang terjadi,”  katanya seperti dikutip dari DW, Jumat (12/6).

Langkah ini dilakukan hanya beberapa hari setelah Saskia Esken, salah satu pemimpin partai SPD yang berhaluan kiri, mengklaim adanya ‘rasisme laten’ di jajaran pasukan keamanan.

“Puluhan ribu orang berunjuk rasa di seluruh dunia, karena kematian George Floyd akibat tindakan kepolisian yang tidak bisa diterima. Meski begitu, para pengunjuk rasa di Jerman sejatinya juga melihat situasi yang sama di negara mereka sendiri,” ungkapnya kepada media Funke Mediengruppe.

Sambil menuduh pada dugaan bias rasis terhadap kelompok-kelompok minoritas , Esken juga mencatat bahwa mayoritas petugas polisi sangat kritis terhadap kecenderungan semacam itu. Dia pun menganjurkan agar Jeman mendirikan kantor independen yang akan menyelidiki keluhan terhadap perilaku polisi.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer, membantah pernyataan Esken tersebut.

Menteri Kehakiman Christine Lambrecht mengatakan bahwa kantor baru untuk memproses pengaduan merupakan hal yang berlebihan, sebab departemen kepolisian yang sudah menangani masalah ini. Lambrecht juga mengatakan dirinya tidak melihat masalah rasisme struktural tertentu di kepolisian.

Tokoh konservatif dari Partai CDU, Friedrich Merz, mengatakan, gambaran di Amerika tidak bisa satu per satu disamakan dengan Jerman.
 â€œAS memiliki sejarah perbudakan dan gagal menyelesaikan masalah diskriminasi rasial, beda dengan Jerman,” kata Merz.

Hukum Dasar Jerman secara tegas melarang diskriminasi karena jenis kelamin, asal usul, ras, bahasa, tanah air dan warisan, kepercayaan, pandangan agama atau politik.

Namun, pada tahun 2018, seorang hakim Jerman memutuskan bahwa pihak berwenang dapat menggunakan warna kulit sebagai kriteria untuk pekerjaannya yaitu ‘ketika polisi memiliki indikasi nyata bahwa orang-orang dengan kulit lebih lebih gelap secara tidak proporsional lebih sering dikenakan hukuman pidana’ di daerah tertentu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Perdana sebagai Anggota Penuh, Prabowo Hadiri KTT BRICS di India

Sabtu, 12 September 2026 | 12:20

Serda Ahmad Muzammil Tewas, POMAU Periksa 4 Personel

Sabtu, 12 September 2026 | 12:06

Menteri Imipas Penuhi Janji, 82 WNI Dipulangkan dari Malaysia

Sabtu, 12 September 2026 | 11:52

Kemendikdasmen Prioritaskan Revitalisasi Ribuan Sekolah, Ini Kategorinya

Sabtu, 12 September 2026 | 11:37

Pertamina Patra Niaga Tingkatkan Pasokan BBM ke SPBU Sulsel

Sabtu, 12 September 2026 | 11:28

Soal Life Jacket yang Ditemukan, Pemilik Kapal Buka Suara

Sabtu, 12 September 2026 | 11:10

Hari Pelanggan, Manfaat Perlindungan Kesehatan Tembus Rp1,1 Triliun

Sabtu, 12 September 2026 | 11:01

LRT Jabodebek Beroperasi Normal Usai Gempa M5,9 Guncang Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 10:50

Emas Antam Naik di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Segini

Sabtu, 12 September 2026 | 10:45

DPR Desak Usut Tuntas Penembakan Tiga Pegawai Pertanian Jayawijaya

Sabtu, 12 September 2026 | 10:28

Selengkapnya