Berita

Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/Net

Politik

Elektabilitas AHY 4,8 Persen, Demokrat: Bukan Pejabat Publik Dan Petarung Pilpres, Not Bad At All!

SELASA, 09 JUNI 2020 | 14:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Survei Indikator Politik Indonesia tidak hanya merekam tingkat kepuasan publik pada kinerja pemerintah dalam menangani sebaran Covid-19, tapi juga mencatat elektabilitas sejumlah tokoh dalam pemilihan presiden (pilpres).

Dalam survei ini, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berada di daftar teratas. Ketua umum Partai Gerindra tersebut meraih elektabilitas 14,1 persen.

Disusul kemudian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 11,8 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 10,4 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 7,7 persen, dan mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno dengan 6 persen.


Sementara di urutan enam ada nama Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan elektabilitas 4,8 persen.

Bagi politisi Demokrat, Rachland Nashidik tingkat elektabilitas AHY bukan sesuatu yang buruk.

“Not bad at all,” tuturnya dalam akun Twitter pribadi, Selasa (9/6).

Tidak terlalu buruk lantaran putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu belum pernah menjadi pejabat publik seperti Prabowo, Ganjar, Anies, dan Emil.

Tidak hanya itu, AHY juga belum pernah bertarung di pilpres layaknya Prabowo dan Sandiaga Uno.

“Bukan pejabat publik, belum pernah bertarung di pilpres, ketua umum baru Partai Demokrat sudah meraih elektabilitas 4,8 persen,” tegasnya.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya