Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pasang Logo PKB-Gerindra Meski Belum Resmi Berkoalisi, Sopan Santun Berpolitik Kang Jimmy Dipertanyakan

SELASA, 09 JUNI 2020 | 14:30 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kader Partai Gerindra Karawang, Nace Permana, geram dengan adanya gambar Ahmad Zamakhsyari yang disertai logo Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam bantuan beras yang disalurkan kepada masyarakat.

Pasalnya, sampai saat ini Partai Gerindra belum mendapat arahan langsung dari DPP untuk menentukan arah koalisi di Pilkada Karawang 2020.

Bahkan, Gerindra masih sangat terbuka untuk melakukan komunikasi politik dengan partai lain, bukan hanya PKB.


“Jadi belum ada keputusan di atas kertas tentang koalisi, kenapa PKB sudah berani menyebut seolah Gerindra berkoalisi dengan PKB? Sopan santun berpolitik harusnya digunakan dan ini merugikan kami,” kata Nace, Senin (8/6).

Sebagai kader Partai Gerindra, dirinya merasa keberatan atas sikap dan klaim kubu Ahmad Zamakhsyari atau akrab disapa Kang Jimmy yang melakukan manuver politik dan seolah-olah sudah berkoalisi.

“Belum ada MoU antara Partai Gerindra dan Partai PKB untuk berkoalisi,” tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Sehingga, apa yang dilakukan Jimmy yang merupakan Bakal Calon Bupati Karawang bersama relawannya dengan membagikan beras bergambar dirinya dan logo Partai PKB-Partai Gerindra sudah merugikan Gerindra.

Di sisi lain, Bakal Calon Bupati Karawang, Gina Fadlia Swara, menjawab santai soal klaim sepihak PKB yang memasang foto Kang Jimmy beserta logo Gerindra dalam bantuan beras yang disalurkan oleh para relawannya.

Anggota DPRD Jabar dari Fraksi Gerindra ini mengatakan, Partai Gerindra atapun dirinya sebagai Balon Bupati Karawang belum diputuskan akan berkoalisi dan berpasangan dengan siapa.

“Ya nggak apa-apa, namanya usaha,” kata Gina, saat dikonfirmasi melalui pesan singkatnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya