Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia/RMOL

Politik

Belum Tentukan Sikap, Partai Golkar Masih Kaji Tiga Opsi Sistem Pemilu

SELASA, 09 JUNI 2020 | 11:37 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Partai Golkar belum menentukan sikap untuk pembahasan RUU Pemilu yang tengah disiapkan oleh DPR RI.

Dalam usulan tersebut, sistem pemilu di Indonesia ke depan akan menerapkan sistem proporsional tertutup.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia menyebutkan, draf RUU Pemilu yang sudah beredar merupakan draf kasar, yang masih perlu disempurnakan.


Komisi II DPR RI, kata dia, juga masih menunggu beberapa pandangan fraksi-fraksi terhadap isi draf RUU Pemilu itu.

Partai Golkar menurut, Ahmad Doli Kurnia, saat ini masih terus mengkaji sistem pemilu terbaik yang akan dilakukan. Golkar sendiri saat ini sedang mengkaji tiga opsi.

"Partai Golkar masih membuka peluang jika terkait sistem pemilu. Kami masih mengkaji sistem mana yang terbaik dari tiga opsi tersebut," ujarnya saat dihubungi, Senin (8/6).

Tiga opsi tersebut, pertama tetap pada sistem proporsional terbuka yang masih berlaku saat ini. Opsi kedua, menggunakan sistem proporsional tertutup. Sementara opsi ketiga adalah kombinasi antara sistem proporsional dengan mayoritarian.

Opsi pertama dan kedua, dijelaskan Doli, mungkin sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Sementara opsi ketiga, yakni tentang sistem campuran.

Dia mencontohkan adanya perpaduan antara dua sistem itu. Misalnya dalam satu dapil dengan 10 kursi dapat ditetapkan 7 kursi menggunakan sistem proporsional. Selanjutnya tiga sisanya, menggunakan sistem mayoritarian.

Doli yang juga Ketua Komisi II DPR menegaskan, bahwa sistem proporsional terbuka merupakan keharusan karena sudah diatur dalam undang-undang dasar.

"Golkar saat ini sedang mengkaji kemungkinan tiga opsi tersebut," pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya