Berita

Ratusan Kuwu se-Cirebon saat mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan tuntutan mereka/RMOLJabar

Politik

Buntut Pernyataan Menyudutkan, Kuwu Se-Cirebon Desak Aan Setiawan Diberi Sanksi

SELASA, 09 JUNI 2020 | 09:58 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ratusan Kuwu se-Kabupaten Cirebon yang tergabung dalam Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) mendatangi gedung DPRD Kabupaten Cirebon untuk menyatakan sikap, menyusul pernyataan bernada menyudutkan dari anggota Komisi IV, Aan Setiawan, Senin (8/6).

Pernyataan Aan yang menyebut persoalan yang terjadi dalam penyaluran Bansos karena diduga adanya unsur politisasi yang dilakukan oleh Puskesos yang ditunjuk oleh Kuwu, dinilai sangat menyudutkan.

Dikabarkan Kantor Berita RMOLJabar, Aan sebenarnya sudah menyampaikan permintaan maaf. Namun, tekad para Kuwu untuk tetap datang dan memadati gedung dewan guna menyampaikan aspirasinya tidak surut.


Di hadapan Ketua Dewan, para Kuwu pun menyampaikan beberapa tuntutan. Salah satunya adalah para Kuwu meminta DPRD melalui Badan Kehormatan dapat memberikan sanksi jika terdapat pelanggaran kode etik atas sikap Aan Setiawan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M Luthfi menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti permasalahan yang menjadi tuntutan para Kuwu.

Ia menambahkan, kejadian tersebut akan dijadikan bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan.

“Kita akan tindaklanjuti tuntutan para Kuwu terkait dengan adanya dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh saudara Aan,” ujarnya, di Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Senin (8/6).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya