Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti/RMOL
Era tatanan baru atau new normal dalam menghadapi pandemik Covid-19 memang diperlukan formulasi untuk menghadapinya dengan tanpa mengabaikan protokol kesehatan dalam rangka menjaga kesehatan.
Realitas baru yang mau tidak mau harus dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia ini, tentu tidak bisa lepas kaitannya dengan peran agama dan para penganutnya.
Meskipun aspek spiritual kegamaan berbeda antar satu dengan yang lainnya. Namun, ada satu titik temu untuk memuliakan manusia dengan melakukan upaya memanusiakan kemanusiaan itu sendiri.
Demikian disampaikan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Muti saat mengisi diskusi daring bertajuk "The
New Normal: Perspektif Agama-Agama" yang diinisiasi oleh Inter Religious Council (IRC) Indonesia, pada Senin (7/6).
"Kita memberikan solusi terhadap berbagai macam persoalan yang ada didepan mata kita," ucap Muti.
Muti menuturkan, solusi-solusi tersebut dapat diselesaikan secara bersama-sama dengan saling membantu dan menguatkan sesama manusia. Terutama, bagi masyarakat yang terdampak secara sosial maupun ekonomi.
Mulai dari mereka yang kehilangan pekerjaaan, para anak yatim karena ditinggalkan oleh keluarganya yang meninggal akibat Covid-19 dan sebagainya.
Menurut Muti dengan kondisi dan situasi-situasi tersebut. Agama dan para pemeluknya senantiasa hadir menjawab dan memberikan solusi riil bagi kemaslahatan bersama untuk Indonesia yang lebih harmoni.
"Kita kerahkan dengan segala kekuatan yang kita miliki, melakukan langkah-langkah nyata dan riil," tutupnya.
Turut hadir sejumlah tokoh dan pemuka lintas agama antara lain; Ketua Umum MATAKIN Budi Tanuwibowo, Ketua Umum PP Permabudhi Philip Wijaya, Ketua Prajaniti Hindu KS Arsana, Ketua Komisi Keadilan Perdamaian (KKP) Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), Romo Agustinus Heri Wibowo.
Kemudian, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jackvelyn Frits Manuputty, Sekertaris Dewan Pertimbangan MUI Noor Ahmad, Ketua PBNU Marsudi Suhud dan perwakilan pemuka-pemuka agama yang lainnya.