Berita

Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen/Net

Politik

Gus Nabil: Harus Ada Reward And Punishment Saat Pemberlakuan New Normal

SABTU, 06 JUNI 2020 | 11:56 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen berpendapat, pemerintah harus menerapkan reward and punishment terhadap semua sektor selama pelaksanaan new normal.

Menurut anggota Fraksi PDIP yang akrab disapa Gus Nabil itu, penerapan sanksi dan penghargaan di era new normal ini diharapkan stake holder memiliki tanggung jawab bersama dan bisa lebih disiplin untuk menerapkan standar protokol kesehatan.

"Semua sektor termasuk tempat ibadah sekalipun, mana yang tidak memenuhi standar protokol diberikan sanksi, sebaliknya ada penghargaan jika mereka memenuhi standar protokol Covid-19 dijalankan," kata Gus Nabil dalam diskusi Polemik virtual bertajuk "New Normal, Are U Ready", Sabtu (6/6).


Pasalnya, Gus Nabil mengungkapkan, hingga saat ini banyak sektor yang belum sepenuhnya menjalankan protokol kesehatan, khususnya pasar-pasar yang tidak ada screening secara ketat terhadap pengunjungnya.

Untuk itu, dia meminta pemerintah Ppusat dan daerah turun untuk melakukan intervensi dalam rangka mendisplinkan semua sektor di saat nanti menjalani era new normal.

Dari pengamatanya, Gus Nabil mengatakan banyak pasar yang belum menyiapkan marka pembatas antar pembeli dan belum dilengkapi sekat plastik antara penjual dan pembeli.

"Padahal dalam aturan new normal dimana salah satu anjurannya adalah penyediaan sekat plastik antar penjual dan pembeli. Serta, memberi jarak antar pembeli minimal 1 meter," pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Lazismu Kupas Fikih Dam Haji: Daging Jangan Menumpuk di Satu Titik

Jumat, 15 Mei 2026 | 02:12

Telkom Gandeng ZTE Perkuat Pengembangan Infrastruktur Digital

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:51

Menerima Dubes Swedia

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:34

DPD Minta Pergub JKA Dikaji Ulang dan Kedepankan Musyawarah di Aceh

Jumat, 15 Mei 2026 | 01:17

Benarkah Negeri ini Dirusak Pak Amien?

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:42

Pendidikan Tinggi sebagai Arena Mobilitas Vertikal Simbolik

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:37

KNMP Diharapkan Mampu Wujudkan Hilirisasi Perikanan

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:22

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Pembangunan SR Masuk Fase Darurat, Ditarget Rampung Juni 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:33

Harga Minyakita Masih Tinggi, Pengangkatan Wamenko Pangan Dinilai Percuma

Kamis, 14 Mei 2026 | 23:18

Selengkapnya